United Tractors Catat 7.991 Pendaftar Program UNTUK Indonesia, Fokus pada Pengembangan SDM dan Etika

Penulis: Udin Syamsul  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 11:59:01 WIB
Ribuan peserta menghadiri sesi Learning Festival dan Business Forum dalam program UNTUK Indonesia yang digelar United Tractors di Papua.

PAPUA — United Tractors mengemas program ini dalam tiga pilar utama: Learning Festival, Business Forum, serta Competition & Campaign. Ketiganya dirancang bukan sekadar forum seremonial, melainkan wadah untuk mentransfer keterampilan masa depan (future-ready skills) dan nilai-nilai etika yang bisa langsung diterapkan di lingkungan kerja dan masyarakat.

Learning Festival dan Business Forum: Menjawab Kebutuhan Industri

Pada pilar Learning Festival, antusiasme publik terlihat nyata. Sebanyak 7.991 orang dari kalangan siswa SMA/SMK, mahasiswa, fresh graduates, hingga masyarakat umum mendaftar untuk mengikuti enam sesi diskusi. UT menghadirkan 29 pembicara dari berbagai latar belakang untuk membahas topik kepemimpinan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Sementara itu, Business Forum menyasar kalangan yang lebih spesifik: para pemimpin industri dan profesional. Forum ini diikuti 1.134 peserta dan menghadirkan 16 pembicara yang terdiri dari eksekutif, pemimpin perusahaan, dan pakar. Isu yang diangkat pun aktual, mulai dari transformasi tenaga kerja, kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, hingga teknologi hijau dan keberlanjutan.

Direktur Human Capital, Communications & Sustainability UT, Ari Sutrisno, menegaskan bahwa forum ini menekankan peran pemimpin dalam menyiapkan keberlanjutan organisasi. "Pemimpin yang baik tidak hanya menghasilkan kinerja, tetapi juga melahirkan pemimpin baru," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (17/8).

Kampanye #LifeWithManner: Etika sebagai Aksi Nyata

Semangat yang sama diterjemahkan ke dalam aksi nyata melalui pilar Competition & Campaign. UT mengampanyekan gerakan #LifeWithManner dengan pesan "Berkarya dengan Karakter". Hasilnya, perusahaan mengumpulkan 1.168 video dari publik yang berkompetisi dalam empat kategori: #MannerDiSekolah, #MannerDiKampus, #MannerDiMasyarakat, dan #MannerDiLingkunganKerja.

Dari ribuan karya tersebut, 12 finalis terpilih untuk melaju ke babak grand final. Proses kurasi dilakukan ketat oleh 17 juri yang menilai karya dalam tiga babak penjurian. Ini menunjukkan bahwa UT serius menjadikan etika dan kesantunan sebagai kompetensi yang layak dikompetisikan, bukan sekadar wacana.

Grand Final dan Efek Berantai "Sedekah Ilmu"

Puncak acara ditandai dengan grand final & closing yang menjadi momentum apresiasi bagi para pemenang dan kolaborator. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari binaan UT, seperti UT School yang menampilkan calon mekanik SMK, Sanggar Tari PAMA, serta drumband military band dari SMK Dinamika Pembangunan 2 Jakarta Timur yang merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Melalui rangkaian ini, UT ingin menegaskan bahwa pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. "Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali, menciptakan efek berantai yang mendorong lebih banyak individu untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi sesama," pungkas Ari. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen UT terhadap Asta Cita ke-4 dan Roadmap 3P Astra, khususnya pada aspek Public Contribution.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top