RRI Jayapura Perluas Siaran hingga Perbatasan Papua Nugini, Genjot Kanal Digital di Hari Radio ke-81

Penulis: Toni Haryadi  •  Senin, 14 September 2026 | 00:04:31 WIB
Kepala LPP RRI Jayapura Jony Iskandar Baso menyampaikan perluasan siaran hingga perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Jayapura, Jumat.

LPP RRI Jayapura memperluas jangkauan siaran hingga kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini untuk memastikan warga di wilayah terluar tetap menerima informasi nasional yang objektif dan edukatif. Perluasan itu dilakukan lewat penempatan stasiun pemancar di perbatasan sekaligus konvergensi media ke platform digital seperti YouTube, Facebook, dan Instagram.

JAYAPURA — Kepala LPP RRI Jayapura Jony Iskandar Baso menyatakan pihaknya tidak hanya mengandalkan siaran terestrial untuk menjangkau masyarakat di wilayah terluar. RRI Jayapura juga beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui konvergensi media di era digitalisasi.

Langkah itu disampaikan Jony di Jayapura, Jumat, pada kegiatan Penyulutan Obor Tri Prasetya RRI. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Radio ke-81 di Kota Jayapura, Papua.

Pemancar di Perbatasan Jadi Andalan Jangkauan Siaran

Menurut Jony, penempatan sarana pemancar di kawasan perbatasan bertujuan memperkuat jangkauan siaran RRI. Keberadaan pemancar itu sekaligus membuka akses informasi bagi warga yang tinggal di wilayah terluar Indonesia.

"RRI selama ini terus melakukan peningkatan jangkauan siaran khususnya kami menempatkan SPO yang ada di perbatasan dengan Papua Nugini," katanya.

Perluasan jangkauan siaran disebut menjadi salah satu upaya RRI menghadirkan informasi bagi masyarakat, termasuk mereka yang berada di kawasan perbatasan. Sasaran akhirnya adalah memastikan warga mendapat informasi nasional yang objektif dan edukatif.

Konten RRI Jayapura Kini Hadir di YouTube hingga Instagram

Jony menjelaskan, RRI Jayapura kini menghadirkan konten melalui berbagai platform digital. Selain YouTube, informasi RRI juga disebar lewat Facebook dan Instagram sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dari berbagai kanal.

"Untuk itu kami tidak hanya mengandalkan siaran terestrial, tetapi juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui konvergensi media di era digitalisasi," ujarnya.

Dengan cara itu, pendengar di wilayah perbatasan maupun di kota tetap bisa mengikuti siaran RRI tanpa bergantung pada satu perangkat saja. Ponsel dan komputer menjadi jalur alternatif untuk mengakses konten yang sama.

Obor Tri Prasetya Jadi Momentum Refleksi Hari Radio ke-81

Penyulutan Obor Tri Prasetya digelar sebagai momentum mengingat kembali perjuangan dan komitmen RRI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Radio ke-81 yang dipusatkan di Kota Jayapura.

"Kami bakal terus berinovasi untuk memberikan yang terbaik, berupa pencerahan informasi kepada masyarakat," kata Jony.

Ia berharap RRI ke depan semakin baik, khususnya RRI Jayapura. Menurutnya, informasi dan edukasi yang diberikan harus menjadi bahan positif bagi masyarakat pendengar dan masyarakat Papua.

"Kami berharap ke depan RRI semakin baik, khususnya RRI Jayapura, sehingga informasi dan edukasi yang kami berikan menjadi bahan positif bagi masyarakat pendengar dan masyarakat Papua," ujarnya.

Perbatasan Papua Nugini Jadi Prioritas Layanan Informasi

Kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini menjadi salah satu wilayah yang paling membutuhkan penguatan akses informasi. Letaknya yang jauh dari pusat kota membuat warga di sana rentan terpapar informasi yang tidak terverifikasi.

Karena itu, RRI Jayapura menempatkan pemancar di kawasan tersebut sebagai bagian dari layanan publik. Kehadiran siaran yang jelas sumbernya dinilai penting agar warga perbatasan tidak bergantung pada informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Langkah konvergensi media yang dijalankan RRI Jayapura melengkapi siaran terestrial yang sudah berjalan. Kombinasi keduanya diharapkan membuat layanan informasi RRI tetap menjangkau warga di kota maupun di wilayah terluar Papua.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top