MERAUKE — Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke menerjunkan tim rescue ke perairan Torasi setelah menerima laporan kecelakaan kerja di atas kapal KMN Adifa. Laporan itu masuk dari Komandan Pos Kodaeral XI Torasi, yang menyaksikan langsung insiden tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke, Rudi, menyatakan pihaknya langsung menyusun rencana operasi begitu laporan diterima. Sebanyak lima personel diberangkatkan menuju titik kejadian pada Jumat (25/9/2026) pukul 06.00 WP.
Musibah bermula ketika korban bersama sejumlah ABK lain menurunkan jaring ke laut. Setelah sekitar 10 keping jaring diturunkan, mereka mendapati jaring dalam kondisi kusut.
Korban berupaya menahan jaring tersebut menggunakan kakinya dengan cara melompat. Upaya itu justru membuatnya terseret dan terjatuh ke laut.
Rekan-rekan korban sempat melihatnya muncul di permukaan air. Namun ketika jaring ditarik dan diangkat kembali ke atas kapal, Yusak sudah tidak terlihat lagi.
Titik kecelakaan diperkirakan berjarak sekitar 100 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, dengan arah 142,47 derajat atau tenggara. Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIT setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam.
Operasi pencarian tidak berjalan sendiri. Tim SAR berkoordinasi dengan Satrol Kodaeral XI Merauke dan Satpolairud Polres Merauke, serta melibatkan ABK KMN Adifa Al-Mubarak di lapangan.
Peralatan yang dibawa antara lain RIB 03, telepon satelit, handy talky, GPS, dan kendaraan penyelamatan. Kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah berawan hingga hujan lokal, dengan angin dari arah timur hingga tenggara berkecepatan sekitar 8–25 kilometer per jam.
Rudi memastikan pencarian terhadap korban belum dihentikan. Pihaknya akan menyesuaikan operasi dengan kondisi di lapangan.
"Hingga kini korban masih dalam pencarian. Operasi SAR akan terus dilakukan sesuai dengan rencana operasi dan perkembangan kondisi di lapangan," kata Rudi.
Hingga Jumat (26/9/2026), belum ada keterangan resmi mengenai hasil pencarian hari kedua. Keluarga korban dan rekan sesama ABK menunggu perkembangan dari tim gabungan yang masih berada di perairan Torasi.