Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura menggandeng Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Sentani untuk memperkuat pemanfaatan informasi meteorologi maritim bagi nelayan setempat. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura Ruben Sinery menyatakan nelayan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan laut dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan. Sinergi ini diarahkan pada peningkatan keselamatan pelayaran sekaligus produktivitas hasil tangkapan warga pesisir.
SENTANI — Perubahan angin, gelombang, arus, hujan, suhu permukaan laut, dan kondisi atmosfer disebut dapat memengaruhi keselamatan pelayaran serta keberhasilan operasi penangkapan ikan. Karena itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura menilai informasi cuaca maritim dari BMKG perlu sampai ke tangan nelayan secara cepat dan akurat.
Kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Sentani menjadi wadah penyampaian informasi tersebut. Ruben Sinery menegaskan bahwa nelayan tidak bisa lagi mengandalkan perkiraan cuaca secara turun-temurun saja.
Dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan, nelayan menghadapi risiko yang berubah setiap hari. Perubahan arah angin dan tinggi gelombang bisa datang tanpa tanda yang jelas.
"Oleh karena itu diperlukan sinergi antara BMKG agar informasi cuaca dan kondisi laut dapat diterima, dipahami, dan dimanfaatkan secara tepat oleh nelayan," kata Sinery.
Dia menjelaskan sinergi BMKG dengan Dinas Kelautan dan Perikanan bertujuan meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut. Selain itu, kerja sama ini diharapkan mengurangi risiko kecelakaan akibat cuaca dan gelombang ekstrem.
Ruben Sinery merinci sejumlah target yang ingin dicapai dari kolaborasi tersebut. Peningkatan produktivitas dan efisiensi penangkapan ikan menjadi salah satu yang utama.
"Kemudian meningkatkan kemampuan nelayan membaca informasi cuaca maritim, mempercepat penyampaian informasi BMKG kepada kelompoknya, dan mendukung perencanaan perikanan tangkap berbasis informasi cuaca dan kondisi laut," ujarnya.
Kolaborasi dengan BMKG juga diharapkan menurunkan angka kecelakaan di laut. Sinery berharap ada program kerja sama lanjutan seperti pelatihan penyuluh dan sistem pelaporan kondisi cuaca dari nelayan.
Menurutnya, informasi cuaca bukan sekadar data rutin. "Informasi cuaca bukan sekadar informasi tetapi merupakan bagian dari perlindungan keselamatan dan peningkatan produktivitas nelayan," katanya lagi.
Dengan sinergi ini, nelayan di Kabupaten Jayapura diharapkan bisa merencanakan operasi tangkap berbasis kondisi cuaca dan laut yang terbaca lebih awal.