Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R) mengajak mahasiswa dan pemuda di Papua memperkuat persatuan serta menjaga kedamaian dengan mengisi pembangunan daerah. Ajakan itu disampaikan menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, dengan menekankan pentingnya momentum sejarah bagi generasi muda. KMP3R juga mendorong peran aktif pemuda menangkal hoaks dan provokasi di Tanah Papua.
JAYAPURA — Ketua KMP3R Paulinus Ohee menyatakan momentum Hari Kesaktian Pancasila perlu dimanfaatkan generasi muda untuk memperkuat semangat persatuan dan berkontribusi dalam pembangunan Papua. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangannya di Jayapura, Kamis, usai aksi mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Rabu (30/9).
Aksi mimbar bebas tersebut digelar sehari sebelum peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober. Peringatan tahun 2026 mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Menurut Ohee, KMP3R menegaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa serta landasan pemersatu masyarakat Indonesia. Ia juga menyatakan pandangan KMP3R bahwa Papua merupakan bagian yang sah dan tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ohee menilai momentum Hari Kesaktian Pancasila penting untuk memperkuat kembali semangat persatuan dan komitmen kebangsaan, khususnya di kalangan mahasiswa dan pemuda Papua.
"Selain itu juga untuk mengenang para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa 30 September 1965 dan menjadikan sejarah tersebut sebagai pembelajaran bagi generasi muda agar menjaga persatuan bangsa," katanya.
KMP3R mengajak mahasiswa dan pemuda mengisi pembangunan Papua melalui kegiatan positif serta berperan menjaga situasi tetap damai. Ohee menyebut ajakan itu sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda terhadap daerah.
"Untuk itu, kami mengajak mahasiswa dan pemuda Papua untuk mengisi momentum Hari Kesaktian Pancasila dengan kegiatan positif, termasuk menjaga persatuan, menangkal hoaks dan provokasi, serta turut menjaga kedamaian di Tanah Papua," ujarnya.
KMP3R juga menyatakan menolak berbagai paham dan gerakan yang dinilai bertentangan dengan Pancasila maupun berpotensi mengganggu persatuan nasional.
Ohee mengatakan KMP3R mendukung program Pemerintah Provinsi Papua yang mereka nilai berpihak kepada masyarakat. Dukungan itu terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, serta pelindungan hak Orang Asli Papua (OAP) sesuai dengan pelaksanaan otonomi khusus.
"Sehingga kami berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan pemuda Papua untuk memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, serta berkontribusi dalam pembangunan Papua dan Indonesia," kata Ohee.