Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru meminta Dinas Kesehatan setempat meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, mulai dari puskesmas pembantu, puskesmas, hingga rumah sakit. Permintaan itu disampaikan Rustan di Jayapura, Senin, bersamaan dengan arahan kepada perangkat daerah lain untuk menekan angka stunting dan mempercepat realisasi anggaran pendidikan. Ia juga meminta Organisasi Perangkat Daerah teknis menangani titik rawan banjir menjelang cuaca ekstrem akhir tahun ini hingga awal 2027.
JAYAPURA — Dinas Kesehatan Kota Jayapura diminta memastikan ketersediaan obat-obatan agar kebutuhan pelayanan kesehatan warga terpenuhi. Penekanan itu disampaikan Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru saat memberikan arahan kepada sejumlah perangkat daerah di Jayapura, Senin.
Menurut Rustan, layanan kesehatan harus berjalan berjenjang, dari puskesmas pembantu (pustu), puskesmas, sampai rumah sakit. Ketersediaan obat menjadi syarat utama agar warga tidak tertahan di tengah proses berobat.
Selain layanan kesehatan, Rustan meminta perangkat daerah terkait menjalankan program dan intervensi untuk menekan angka stunting di Kota Jayapura. Ia tidak menyebut target angka spesifik dalam arahan tersebut.
Pada sektor pendidikan, ia meminta anggaran operasional dan bantuan pendidikan segera direalisasikan serta didistribusikan kepada penerima sesuai ketentuan. Menurutnya, penyaluran yang tertunda berisiko menghambat proses belajar warga.
"Sementara pada sektor pendidikan, anggaran operasional maupun bantuan pendidikan segera direalisasikan dan didistribusikan kepada penerima sesuai ketentuan," ujar Rustan.
Pemerintah daerah juga memberi perhatian pada sektor infrastruktur, khususnya mengantisipasi banjir dan dampak cuaca ekstrem menjelang akhir tahun ini hingga awal 2027. OPD teknis diminta bergerak pada titik-titik rawan banjir.
Langkah yang diminta mencakup membersihkan dan mengeruk drainase, saluran air, serta sungai yang mengalami pendangkalan. Pengerukan dinilai perlu segera dilakukan agar kapasitas saluran air tetap optimal saat curah hujan meningkat.
"Terkait hal itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis agar segera melakukan langkah penanganan pada titik-titik rawan banjir, termasuk membersihkan dan mengeruk drainase, saluran air serta sungai yang mengalami pendangkalan," kata Rustan.
Rustan berharap seluruh OPD menjaga kekompakan dan komitmen dalam menjalankan program pembangunan serta pelayanan publik. Ia menegaskan setiap anggaran yang direalisasikan harus menghasilkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami ingin setiap anggaran yang direalisasikan harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Arahan ini menyentuh tiga urusan sekaligus: kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur penanganan banjir. Bagi warga Kota Jayapura, tindak lanjut paling terukur ada di dua hal, yakni ketersediaan obat di pustu dan puskesmas, serta kesiapan saluran air sebelum puncak hujan akhir tahun.