MERAUKE — Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komjen Pol Rudi Setiawan, menyatakan prioritas utama saat ini adalah memastikan stabilitas keamanan di dalam Lapas Merauke. Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Trinity Tower, Jakarta Selatan.
"Informasi yang kami dapat saat ini, ya, kondisi sudah terkendali. Itu yang paling utama. Artinya, kebakarannya sudah dipadamkan dan narapidana yang keluar itu sudah ada beberapa yang ditangkap dan dimasukkan kembali," ujar Rudi.
Laporan yang dihimpun menyebutkan 33 warga binaan berhasil ditangkap kembali setelah sempat melarikan diri dari dalam lapas. Aksi pelarian terjadi di tengah situasi mencekam ketika api muncul dari dalam bangunan.
Petugas bergerak cepat menangkap para warga binaan yang mencoba kabur. Langkah tersebut diambil untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di wilayah Papua Selatan.
Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, mengungkapkan bahwa indikasi awal kerusuhan bermula dari perselisihan antara petugas lapas dengan warga binaan. Konflik tersebut diduga menjadi pemicu munculnya api di dalam area lapas.
"Saat kita datangi ternyata api berasal dari dalam yang kemungkinan besar disebabkan oleh warga binaan," ungkap Leonardo.
Pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan motif di balik aksi pembakaran. Razia terhadap barang terlarang, termasuk telepon genggam, diduga turut memicu ketegangan sebelum kerusuhan pecah.
Pengamanan di sekitar Lapas Merauke kini diperketat guna mencegah aksi susulan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Otoritas terkait memastikan kondisi bangunan sudah aman dan petugas telah mengambil kendali penuh atas area tersebut.
Insiden ini sempat memicu kekhawatiran publik terkait keamanan di wilayah Papua Selatan. Namun, pihak berwenang menegaskan situasi saat ini sudah kembali normal.