33 Napi Lapas Merauke Ditangkap Kembali Usai Kericuhan, Situasi Kini Kondusif

Penulis: Toni Haryadi  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 05:31:31 WIB
Petugas mengamankan warga binaan yang melarikan diri dari Lapas Merauke.

MERAUKE — Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komjen Pol Rudi Setiawan, menyatakan prioritas utama saat ini adalah memastikan stabilitas keamanan di dalam Lapas Merauke. Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Trinity Tower, Jakarta Selatan.

"Informasi yang kami dapat saat ini, ya, kondisi sudah terkendali. Itu yang paling utama. Artinya, kebakarannya sudah dipadamkan dan narapidana yang keluar itu sudah ada beberapa yang ditangkap dan dimasukkan kembali," ujar Rudi.

33 Warga Binaan Kembali Diamankan Petugas

Laporan yang dihimpun menyebutkan 33 warga binaan berhasil ditangkap kembali setelah sempat melarikan diri dari dalam lapas. Aksi pelarian terjadi di tengah situasi mencekam ketika api muncul dari dalam bangunan.

Petugas bergerak cepat menangkap para warga binaan yang mencoba kabur. Langkah tersebut diambil untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di wilayah Papua Selatan.

Indikasi Awal: Perselisihan Petugas dan Warga Binaan

Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, mengungkapkan bahwa indikasi awal kerusuhan bermula dari perselisihan antara petugas lapas dengan warga binaan. Konflik tersebut diduga menjadi pemicu munculnya api di dalam area lapas.

"Saat kita datangi ternyata api berasal dari dalam yang kemungkinan besar disebabkan oleh warga binaan," ungkap Leonardo.

Pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan motif di balik aksi pembakaran. Razia terhadap barang terlarang, termasuk telepon genggam, diduga turut memicu ketegangan sebelum kerusuhan pecah.

Pengamanan Diperketat Antisipasi Aksi Susulan

Pengamanan di sekitar Lapas Merauke kini diperketat guna mencegah aksi susulan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Otoritas terkait memastikan kondisi bangunan sudah aman dan petugas telah mengambil kendali penuh atas area tersebut.

Insiden ini sempat memicu kekhawatiran publik terkait keamanan di wilayah Papua Selatan. Namun, pihak berwenang menegaskan situasi saat ini sudah kembali normal.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: malutpost.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top