Pemerintah Kota Jayapura mengerahkan tim terpadu lintas organisasi perangkat daerah untuk mendata warga langsung dari rumah ke rumah di 14 kampung sepanjang 2026. Pendataan mencakup kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, stunting, administrasi kependudukan, kebersihan lingkungan, hingga kondisi infrastruktur dan sosial ekonomi keluarga. Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru melepas tim terpadu di Kampung Koya Tengah sebagai titik awal pelaksanaan program tersebut.
JAYAPURA — Tim terpadu yang terdiri dari sejumlah organisasi perangkat daerah itu diterjunkan untuk memperoleh gambaran riil kondisi masyarakat di tiap kampung. Data hasil pendataan akan diverifikasi dan divalidasi sebelum dipakai sebagai dasar penentuan program intervensi pemerintah kota.
Rustan menyebut pendataan menyasar seluruh aspek kehidupan warga, bukan hanya kesehatan. Petugas akan mencatat kondisi pendidikan anak, angka pengangguran, kepemilikan dokumen kependudukan, kebersihan lingkungan rumah, sampai mata pencaharian kepala keluarga.
Pelepasan tim terpadu berlangsung di Kampung Koya Tengah. Rustan mengatakan petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan sekaligus penanganan kesehatan secara preventif di lokasi tersebut.
"Hari ini di Kampung Koya Tengah, kami melepas tim terpadu untuk melakukan pendataan sekaligus penanganan kesehatan secara preventif," kata Rustan di Jayapura, Kamis.
Menurut Rustan, pendekatan dari rumah ke rumah dipilih agar pemerintah bisa melihat langsung persoalan yang dihadapi tiap keluarga. Cara itu juga memastikan setiap warga mendapat sentuhan layanan langsung dari pemerintah kota.
"Seluruh warga perlu mendapatkan sentuhan langsung dari pemerintah, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, kebersihan, tenaga kerja, stunting, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, maupun infrastruktur," ujarnya.
Rustan menekankan pentingnya validasi dan verifikasi data lapangan sebelum pemerintah menentukan langkah lanjutan. Data yang lengkap, menurut dia, memungkinkan pemerintah mengetahui penyakit yang diderita warga, kondisi pendidikan, pengangguran, hingga persoalan administrasi kependudukan.
"Dengan data yang lengkap, valid dan sudah diverifikasi, kita bisa mengetahui penyakit yang diderita warga, kondisi pendidikan, pengangguran, administrasi kependudukan, kebersihan lingkungan dan persoalan lainnya. Data ini akan menjadi acuan untuk melakukan intervensi selanjutnya," katanya.
Untuk jangka pendek, hasil pendataan di bidang kesehatan akan menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan Kota Jayapura melakukan intervensi melalui puskesmas terdekat. Rustan meminta petugas pendataan memakai pendekatan humanis agar informasi yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi keluarga.
"Kami minta kepada petugas pendataan melakukan pendekatan secara baik dan humanis kepada masyarakat agar informasi yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi keluarga. Pastikan semua terdata dengan baik sebagai bentuk sentuhan pemerintah kepada masyarakat," ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Juliana Napitupulu mengatakan pendataan dilakukan terpadu dengan melibatkan sejumlah OPD sesuai bidang tugas masing-masing. Petugas melihat langsung kondisi anggota keluarga, anak-anak yang bersekolah, angka pengangguran, kondisi lingkungan rumah, hingga mata pencaharian kepala keluarga.
"Yang kami lakukan adalah satu pendataan dalam satu dokumen melalui aplikasi. Dari situ nanti kita bisa melihat permasalahan apa saja yang dihadapi masyarakat di kampung tersebut," kata Juliana.
Juliana berharap warga menerima petugas dan memberikan informasi sebenar-benarnya mengenai kondisi keluarga. Dengan begitu, pemerintah bisa mengetahui permasalahan yang ada dan melakukan penanganan secara tepat.