JAYAPURA — Data United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa berkategori sedang itu terjadi di kedalaman 20,8 kilometer. Lokasi pusatnya berada di koordinat 5,4832 Lintang Selatan dan 152,1364 Bujur Timur, atau berjarak 126 kilometer dari Selatan Kokopo.
Getaran terasa pada pukul 04.45 waktu setempat, bertepatan dengan 01.45 WIB dan 18.45 UTC. Wilayah Selatan Kokopo berada di kawasan timur Papua Nugini yang berbatasan langsung dengan zona seismik aktif di lingkar Pasifik.
Gempa dengan magnitudo 6,0 tergolong berkategori sedang. Menurut USGS, guncangan pada level itu dapat menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan dan struktur lainnya.
Kerusakan yang mungkin timbul umumnya berupa retakan halus pada dinding, pergeseran benda ringan di dalam rumah, hingga gangguan pada bangunan yang kondisinya sudah lemah. Belum ada laporan resmi soal kerusakan atau korban dari otoritas setempat.
Hingga berita ini diturunkan, USGS menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. Peringatan dini gelombang laut tinggi tidak dikeluarkan menyusul peristiwa tersebut.
Meski demikian, badan geologi itu mengingatkan bahwa gempa susulan berpotensi terjadi pasca gempa utama. Warga di sekitar lokasi diminta tetap waspada terhadap getaran lanjutan yang biasanya berkekuatan lebih kecil.
Kawasan Papua dan Papua Nugini berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Pergerakan lempeng di zona tersebut menjadikan wilayah ini langganan gempa bumi, baik berkekuatan kecil maupun besar.
Gempa Selatan Kokopo kali ini tercatat sebagai salah satu peristiwa seismik terbaru di kawasan Pasifik selatan. Data USGS menunjukkan pusat gempa berada di laut, sekitar 126 kilometer dari daratan terdekat.
Berita ini disusun berdasarkan data real-time dari USGS. Informasi lanjutan soal dampak dan gempa susulan akan diperbarui begitu ada laporan resmi dari otoritas terkait.