Trump Buka Opsi Serang Gunung Pickaxe, Tegaskan Tak Pakai Nuklir

Penulis: Sofyan Basri  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:05:31 WIB
Presiden AS Donald Trump menyebut Gunung Pickaxe sebagai lokasi yang tengah dicermati terkait fasilitas nuklir Iran.

PAPUA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militer AS mungkin menyerang Gunung Pickaxe, lokasi yang diyakini menyimpan fasilitas nuklir rahasia Iran, namun menegaskan tidak akan menggunakan senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan di tengah perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026.

Paragraf pembuka: Gunung Pickaxe menjadi sorotan setelah Trump menyebut lokasi itu dalam wawancara dengan Newsmax, yang dikutip Sabtu (17/10/2026). Presiden AS ke-47 itu menilai fasilitas nuklir Iran terkubur sangat dalam di bawah gunung, sehingga memerlukan pendekatan militer khusus untuk melumpuhkannya.

Ancaman Serangan ke Gunung Pickaxe

Trump menggambarkan Gunung Pickaxe sebagai target yang sedang dicermati serius oleh pemerintahannya. Menurut dia, fasilitas nuklir Iran berada di bawah jutaan ton bebatuan gunung, sehingga tidak cukup dihancurkan dengan serangan udara biasa.

"Fasilitas nuklir mereka terkubur di bawah jutaan ton gunung. Saat ini kami sedang mencermati Gunung Pickaxe. Mungkin kami harus ke sana. Kami akan menargetkan lokasi itu dan melumpuhkannya dengan cepat," ujar Trump.

Pernyataan itu mempertegas posisi Washington yang menuntut Iran tidak memiliki senjata nuklir. Trump bahkan membuka kemungkinan operasi militer langsung ke lokasi tersebut jika jalur diplomasi tidak membuahkan hasil.

Nuklir Tetap Di luar Opsi

Meski mengancam serangan, Trump menegaskan senjata nuklir tidak akan dipakai dalam konflik ini. Menurut dia, kekuatan konvensional militer AS sudah cukup untuk mencapai target yang diinginkan.

"Saya tidak akan menggunakan senjata nuklir. Kita tidak perlu melakukannya," kata Trump.

Penegasan itu muncul setelah beredar laporan yang menyebut AS berpotensi menggunakan amunisi berdaya ledak besar, yang dikenal sebagai "ibu dari segala bom", untuk menghantam fasilitas bawah tanah Iran. Trump tidak merinci jenis persenjataan yang akan dipakai, tetapi isyaratnya mengarah pada operasi militer berskala besar.

Perang Sejak Februari 2026

Konflik yang dimaksud Trump merupakan perang yang dimulai pada 28 Februari 2026, dengan AS dan Israel berada di satu pihak melawan Iran. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun luas kerusakan akibat pertempuran tersebut.

Serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah menjadi tantangan teknis tersendiri. Struktur yang tertanam dalam formasi gunung umumnya dirancang tahan terhadap gempuran udara, sehingga membutuhkan amunisi penetrasi khusus atau operasi darat untuk melumpuhkannya secara permanen.

Bagi pasar global, eskalasi di Timur Tengah tetap menjadi faktor yang dicermati. Ketegangan AS-Iran kerap memicu gejolak harga minyak mentah dunia, yang berimbas pada biaya energi dan inflasi di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Pernyataan Trump menempatkan Gunung Pickaxe sebagai salah satu titik panas baru dalam konflik. Sikap tegasnya soal nuklir sekaligus ancaman serangan konvensional menunjukkan Washington ingin menekan Iran tanpa membuka pintu perang nuklir yang berisiko jauh lebih besar.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top