Danantara Rampung Akuisisi Lahan 4,4 Ha dan Hotel 1.461 Kamar di Makkah

Penulis: Udin Syamsul  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:05:01 WIB
Danantara menuntaskan akuisisi lahan 4,4 hektare dan hotel 1.461 kamar di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi.

PAPUA — PT Danantara Investment Management menuntaskan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi, pada 18 Oktober 2026. Penyelesaian lahan melengkapi serah terima hotel 1.461 kamar dan suite yang sudah beroperasi sejak 11 Agustus 2026. Rangkaian transaksi menjadi landasan pengembangan ekosistem akomodasi terpadu bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

Transaksi tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan strategis yang diumumkan Danantara Indonesia bersama Thakher Development Company pada 14 Desember 2025. Sejak penandatanganan hingga peralihan hak kepemilikan, prosesnya memakan waktu sekitar 10 bulan.

Hotel Beroperasi 1.461 Kamar Jadi Basis Awal

Aset perhotelan yang telah diakuisisi memiliki 1.461 kamar dan suite dan sudah beroperasi. Jumlah itu menjadi modal awal kapasitas akomodasi Danantara di kawasan yang berjarak dekat dengan Masjidil Haram tersebut.

Penggabungan hotel beroperasi dengan lahan pengembangan disebut menjadi dasar perluasan kapasitas secara bertahap. Lahan 4,4 ha akan masuk ke dalam rencana induk terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan fasilitas pendukung lain.

Pengembangan tahap berikutnya akan dijalankan bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal. Studi kelayakan, persetujuan, dan dokumen perizinan untuk bidang lahan disiapkan dan disampaikan sesuai tahapan pengembangan.

Masuk Kompleks Bait Jemaah untuk Haji dan Umrah

Investasi ini merupakan bagian dari ekosistem haji dan umrah yang diberi nama Kompleks Bait Jemaah. Kompleks tersebut dirancang menyediakan akomodasi dan layanan pendukung bagi jemaah haji dan umrah, sekaligus menopang strategi jangka panjang Danantara di sektor ini.

Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani menyebut pengelolaan aset akan dilakukan dengan disiplin investasi yang ketat.

"Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya," ujar Rosan dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (20/10/2026).

Rosan menambahkan transaksi ini menandai awal kemitraan ekonomi yang lebih erat antara Indonesia dan Arab Saudi. Danantara akan menjajaki peluang di Madinah dan sektor strategis lain di luar properti.

Rencana Perluasan ke Budaya dan Kuliner Indonesia

Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menjelaskan kombinasi aset beroperasi dan lahan memberi ruang ekspansi jangka panjang seiring pertumbuhan ekosistem haji dan umrah. Platform ini juga disebut sebagai peluang memperkenalkan budaya, pelayanan, serta kuliner Indonesia di panggung global.

"Kami akan menjalankan tahapan selanjutnya secara terukur, dengan berpedoman pada kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola yang penuh kehati-hatian, untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan," terang Pandu.

Dari sisi pengembang, Chief Executive Officer Thakher Development Faisal Shaker menyebut kehadiran Danantara sebagai negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki properti di kawasan Thakher Makkah. Menurutnya, hal itu mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kawasan tersebut dan terhadap langkah Kerajaan Arab Saudi membuka Makkah bagi mitra jangka panjang.

"Fokus kami kini adalah memastikan keselarasan antara ambisi investasi Danantara dan strategi pengembangan kami, serta mendukung Danantara dalam mewujudkan tahap berikutnya agar semakin banyak jemaah Indonesia dapat menginap di lokasi yang dekat dengan Masjidil Haram," jelas Faisal.

Arti Transaksi bagi Pasar Properti Makkah

Chief Executive Officer Khomasiah Group Ammar Baroum menilai transaksi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap pasar Arab Saudi dan potensi jangka panjangnya. Komitmen Danantara disebut menegaskan iklim investasi Arab Saudi yang menarik di sektor perhotelan dan properti, khususnya di Makkah dan Madinah.

Bagi pelaku pasar properti dan perhotelan Tanah Suci, masuknya Danantara menambah pemain besar di segmen akomodasi jemaah. Kapasitas 1.461 kamar yang sudah beroperasi memberi Danantara posisi awal, sementara lahan 4,4 ha menyediakan ruang penambahan kapasitas bertahap di kawasan yang permintaan kamarnya bergerak mengikuti musim haji dan umrah.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top