JAYAPURA — Séjourné tiba di Kaledonia Baru pada akhir pekan lalu dan menyampaikan pidato di hadapan Kongres Kaledonia Baru pada Senin (19/10/2026). Dari sudut pandang Uni Eropa, MoU itu akan mengakui posisi nikel sebagai sumber daya dan bahan baku strategis. Kaledonia Baru sendiri diklasifikasikan sebagai "Negara dan Wilayah Luar Negeri" Uni Eropa (PTOM).
Selain nikel, Séjourné menguraikan sejumlah bidang lain yang bersedia digarap Uni Eropa bersama Kaledonia Baru. Pelatihan profesional, penempatan kerja, hingga kohesi sosial masuk dalam daftar tawaran. Uni Eropa juga menyiapkan suntikan dana untuk proyek pembangunan dan infrastruktur guna membantu diversifikasi ekonomi wilayah tersebut.
Menurut Séjourné, yang menjadi taruhan utama tetaplah akses ke sumber daya nikel Kaledonia Baru. Ia menyebut komoditas itu sebagai "pilar penting" yang menjadi "kepentingan bersama" Uni Eropa dan Kaledonia Baru.
"Eropa dapat menjadi mitra yang lebih berkomitmen," kata Séjourné, seraya menambahkan bahwa seiring upaya Eropa mendiversifikasi sumber bahan baku pentingnya, Kaledonia Baru dapat menjadi bagian dari diversifikasi tersebut.
Tujuan utama MoU adalah mendekatkan produsen Kaledonia Baru dengan pembeli Eropa. Kesepakatan itu disebut akan menyediakan "kerangka kerja permanen" sekaligus menjadi "sinyal bagi para investor".
Paket bantuan Uni Eropa mencakup pengembangan dan peningkatan pelabuhan ibu kota Nouméa. Bandara dan fasilitas perawatan pesawat juga masuk dalam rencana, begitu pula pemasangan lebih banyak kabel bawah laut untuk memperlancar koneksi dengan Asia dan pulau-pulau Pasifik lainnya.
Séjourné menyebut wakil presiden Bank Investasi Eropa (EIB) akan berkunjung "awal Desember" untuk menyelesaikan sejumlah investasi Eropa dalam proyek-proyek tersebut. Uni Eropa juga bersedia menambah dana untuk pelatihan profesional dan penempatan kerja.
Anggota Kongres Vaimu'a Muliava dari Partai Éveil Océanien menilai MoU hanya akan menandai awal hubungan yang lebih erat. Menurut dia, kesepakatan itu tidak mengikat dan baru membuka peluang untuk kerja sama lanjutan.
"Ini tidak mengikat, ini hanya membuka peluang untuk lebih banyak hubungan kerja di masa depan," kata Muliava. "Tapi bagus juga kalau Eropa datang ke sini untuk menunjukkan jati dirinya," tambahnya.
Sejumlah partai pro-kemerdekaan utama memilih tidak menghadiri pidato pejabat Uni Eropa tersebut. FLNKS dan UNI menilai langkah itu mengabaikan kedaulatan Kaledonia Baru atas aset pertambangan.
"Kita memegang kunci nikel di Kaledonia Baru dan kita harus tetap mengendalikan nasib industri ini," tulis Presiden kaukus Kongres Kanaky-NC, Pierre-Chanel Téin Tutugoro, dalam rilis pada akhir pekan lalu.
Mereka menyerukan kepada pemangku kepentingan ekonomi dan politik lokal serta Prancis untuk menyusun strategi berbasis lokal. Sorotan mereka mencakup cara nikel dieksploitasi, diolah, diproses, dan diekspor.
Gil Brial dari partai Les Loyalistes menyambut baik tawaran Uni Eropa. Menurut dia, hubungan yang lebih dekat dengan Eropa akan mendorong lebih banyak ungkapan minat dari calon pembeli.
Tiga operator nikel Kaledonia Baru saat ini — Prony Nickel Resources, Société Le Nickel, dan Koniambo Nickel SAS (KNS) — sedang menghadapi masa sulit. Brial menyebut hubungan dengan Eropa dapat memberikan prospek baru bagi investor yang berminat membeli saham di setidaknya dua perusahaan, yakni KNS dan Prony.