Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel Gelar Api Unggun Bersama Warga Kampung Yamboi Usai Seharian Bangun Infrastruktur

Penulis: Udin Syamsul  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:01:32 WIB
Personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel dan warga Kampung Yamboi duduk mengelilingi api unggun pada malam hari.

MANOKWARI SELATAN — Personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan dan warga Kampung Yamboi duduk mengelilingi api unggun sederhana pada malam usai aktivitas pembangunan. Suasana akrab itu tumbuh dari interaksi sehari-hari selama prajurit berada di tengah masyarakat, bukan dari seremoni resmi.

Kegiatan berlangsung di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki. Setelah seharian bekerja menyelesaikan sasaran pembangunan, prajurit dan warga memanfaatkan waktu malam untuk saling mengenal lebih dekat.

Mengapa Api Unggun Jadi Bagian dari Program TMMD

Sunandar menegaskan keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari hasil pembangunan infrastruktur. Hubungan baik antara prajurit dan warga juga menjadi bagian dari capaian program.

"TMMD bukan sekadar membangun jalan, jembatan, dan rumah, tetapi juga membangun kedekatan hati antara TNI dan rakyat. Kehangatan kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujar Sunandar di Manokwari Selatan, Jumat (23/10/2026).

Menurut dia, kebersamaan di sekitar api unggun memperlihatkan bahwa pelaksanaan TMMD memiliki dimensi lebih luas dari sekadar pembangunan fisik. Ada hubungan sosial, kepedulian, dan rasa kekeluargaan yang ikut tumbuh selama prajurit berada di tengah-tengah masyarakat.

Yang Dirasakan Warga Kampung Yamboi

Bagi warga Kampung Yamboi, kehadiran prajurit selama pelaksanaan TMMD tidak hanya dirasakan melalui pembangunan fisik. Kedekatan juga terjalin lewat interaksi sehari-hari antara personel Satgas dan masyarakat.

Pola itu membuat program TMMD di Mansel berjalan dua arah: sasaran infrastruktur dikejar pada siang hari, sementara pendekatan sosial dibangun pada malam hari. Warga mengenal prajurit sebagai tetangga, bukan sekadar petugas yang datang membangun.

Harapan Setelah TMMD ke-130 Berakhir

Sunandar berharap interaksi yang terjalin selama program berlangsung dapat menjaga hubungan baik antara Satgas TMMD dan warga Kampung Yamboi. Kedekatan tersebut diharapkan tetap bertahan setelah seluruh rangkaian TMMD ke-130 berakhir.

"Api unggun mungkin akan padam ketika malam berganti pagi. Namun, kehangatan persaudaraan yang terbangun antara prajurit Satgas TMMD dan masyarakat Kampung Yamboi diharapkan tetap menyala dan menjadi kenangan yang terus melekat," ucapnya.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel masih melanjutkan sejumlah sasaran pembangunan di wilayah itu. Selain mengejar target fisik, personel diminta menjaga komunikasi dengan warga hingga program berakhir.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: linkpapua.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top