Menko Polkam Dudung Abdurachman Minta Satgas di Papua Utamakan Keselamatan Personel dan Pendekatan Humanis

Penulis: Vicky Prasetya  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:02:01 WIB
Menko Polkam Dudung Abdurachman memberikan pengarahan kepada personel di Aula Gedung Eme Neme Kangasih, Yonif 754 Mimika.

TIMIKA — Pengarahan berlangsung di Aula Gedung Eme Neme Kangasih, Yonif 754 Mimika, dengan agenda memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus menyamakan langkah pelaksanaan tugas di wilayah Papua. Dudung menilai keberhasilan seorang komandan tidak cukup diukur dari capaian operasi.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan itu, antara lain Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Bupati Mimika Johannes Rettob, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jeremias Rontini, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, dan Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani.

Keselamatan Anggota Jadi Ukuran Kepemimpinan Komandan

Dudung menegaskan setiap pemimpin di lapangan wajib memprioritaskan keselamatan personel yang berada di bawah tanggung jawabnya. Menurutnya, tanggung jawab menjaga anggota sama pentingnya dengan target operasi.

"Keberhasilan seorang komandan tidak hanya dilihat dari capaian operasi atau penangkapan, tetapi juga dari bagaimana seorang pemimpin memastikan keselamatan anggota yang berada di bawah tanggung jawabnya," ucap Dudung.

Ia meminta para komandan menunjukkan kepemimpinan berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab. Pemimpin perlu memahami kondisi anggota, mendengarkan masukan dari lapangan, serta memperhatikan kesejahteraan personel beserta keluarganya.

Pendekatan Hati untuk Membuka Ruang Kelompok Berseberangan

Selain soal keselamatan, Dudung menyoroti pendekatan humanis sebagai bagian penting pelaksanaan tugas di daerah operasi. Aparat diminta mengedepankan nilai kemanusiaan dan membangun hubungan baik dengan warga sesuai arahan Presiden.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, penanganan di daerah operasi harus ditingkatkan dengan pendekatan hati dan sifat kemanusiaan. Selalu berbuat baik kepada rakyat karena prajurit berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan bekerja untuk rakyat," ujarnya.

Dudung berharap pendekatan itu membuka ruang bagi kelompok yang berseberangan untuk menyadari situasi, menyerahkan diri, dan kembali ke tengah masyarakat. Loyalitas personel, katanya, tetap harus berlandaskan Merah Putih, bangsa, dan negara.

Untuk menjaga stabilitas keamanan, koordinasi terpadu antara TNI, Polri, BIN, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Damai Cartenz-2026 Perkuat Sinergi dengan Pemda dan Warga

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di Papua. Ia menyebut profesionalisme dan pendekatan humanis menjadi pegangan dalam setiap penugasan.

"Operasi Damai Cartenz-2026 terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Dalam setiap pelaksanaan tugas, kami mengedepankan profesionalisme, pendekatan humanis, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta menjaga kepercayaan masyarakat," ujar Faizal.

Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan berkelanjutan. Komunikasi terbuka dan kepedulian terhadap kebutuhan warga terus dibangun agar situasi di Papua tetap aman dan kondusif.

Pendekatan humanis juga tampak dalam kegiatan sosial personel Operasi Damai Cartenz-2026, salah satunya melalui kunjungan ke panti asuhan di Mimika.

Arahan Menko Polkam Perkuat Komitmen Personel di Lapangan

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Ardiansyah Daulay menyatakan arahan Menko Polkam menjadi penguatan bagi personel untuk menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab. Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat perlu terus ditingkatkan.

"Dalam setiap pelaksanaan tugas, kami berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan humanis, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, serta mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat," tegas Ardiansyah.

Keamanan berkelanjutan di Papua, menurutnya, tidak hanya bergantung pada pelaksanaan tugas aparat, tetapi juga pada kepedulian, komunikasi, dan kepercayaan masyarakat.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: antarpapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top