Pemerintah Kota Jayapura, Papua mencatat persentase penduduk miskin meningkat dari 10,47 persen pada 2024 menjadi 12,03 persen pada 2025. Wali Kota Jayapura Abisai Rollo meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperbarui data sebaran warga miskin agar intervensi program tepat sasaran.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan kondisi tersebut menuntut langkah penanganan yang lebih terarah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi bahan evaluasi dalam rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Semester I Tahun 2026 yang digelar di Jayapura, Kamis.
JAYAPURA — Tren penurunan angka kemiskinan di Kota Jayapura justru berbalik arah dalam dua tahun terakhir. Setelah turun ke 10,47 persen pada 2024 dari posisi 10 persen di 2023, persentase warga miskin di ibu kota Provinsi Papua itu melonjak menjadi 12,03 persen pada 2025.
Data Sebaran Warga Miskin Jadi Kunci Intervensi
"Setiap organisasi perangkat daerah diharapkan dapat mengoptimalkan program dan anggaran yang dimiliki agar dapat memberi kontribusi nyata terhadap upaya pengurangan kemiskinan," ujarnya di Jayapura, Kamis.
Abisai Rollo menyebut pemerintah daerah membutuhkan data yang lebih detail mengenai sebaran warga miskin. Pendekatan ini diperlukan agar program bantuan dan pemberdayaan tidak lagi bersifat umum, melainkan menyasar wilayah dan kebutuhan spesifik warga.
Kolaborasi Lintas Sektor: Dunia Usaha Hingga Perbankan
Abisai Rollo mengajak sinergi antara dunia usaha, perbankan, BUMN, BUMD, dan publik untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi. Pemkot Jayapura tidak bisa bekerja sendiri menekan laju kemiskinan.
"Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting sebab upaya pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan," kata Abisai.
Pemkot menargetkan lahir langkah konkret yang bisa diimplementasikan masing-masing OPD sesuai tugas dan kemampuan anggaran yang tersedia. Rapat koordinasi ini diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi.
Target: Menekan Angka Serendah-rendahnya
Kita terus berupaya menekan serendah-rendahnya angka kemiskinan di Kota Jayapura," ujarnya. "Mari kami berkolaborasi secara berkelanjutan untuk berbarengan menekan angka kemiskinan di Kota Jayapura.
Menurutnya, persoalan kemiskinan memiliki banyak faktor yang saling berkaitan sehingga tidak bisa diselesaikan dengan program parsial. Abisai Rollo mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun kolaborasi secara berkelanjutan.
Melalui forum ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi kemiskinan di Kota Jayapura sebelum menyusun langkah penanganan yang terukur dan tepat sasaran.