Kementerian Agama RI membuka pendaftaran Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) 2026 bagi dosen tetap perguruan tinggi keagamaan Islam dan keagamaan lainnya yang berencana melanjutkan studi doktor ke luar negeri. Pendaftaran berlangsung 16-23 September 2026 melalui laman resmi Kemenag, dengan pelaksanaan program selama tiga bulan di dua kampus di Jawa Barat.
JAKARTA — Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) 2026 resmi dibuka Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Program ini menyasar dosen tetap di perguruan tinggi keagamaan Islam (UIN, IAIN, STAIN negeri/swasta) serta perguruan tinggi keagamaan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.
Pendaftaran dibuka 16-23 September 2026 melalui pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id. Pengumuman peserta terpilih dijadwalkan 28 September 2026, dan kegiatan berlangsung 1 Oktober hingga 30 Desember 2026 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung serta UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Bukan Beasiswa S3, Tapi Tahap Persiapan Sebelum Mendaftar
PPSL 2026 adalah program pembekalan, bukan pemberian beasiswa studi doktor. Peserta yang lolos akan mengikuti persiapan intensif selama tiga bulan sebelum mendaftar beasiswa S3 ke luar negeri.
Manfaat yang diterima peserta meliputi dana program, dana hidup bulanan, biaya tes bahasa Inggris/IELTS, serta transportasi sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi lengkap tersedia dalam booklet di s.id/Booklet_PPSL2026.
Syarat Pendaftaran: Usia Maksimal 45 Tahun dan IPK Minimal 3,25
Calon peserta wajib memenuhi sejumlah ketentuan administrasi dan akademik. Berikut rinciannya:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Usia maksimal 45 tahun per 31 Desember 2026
- Lulusan magister (S2) dan belum pernah menempuh doktor (S3)
- IPK magister minimal 3,25 dari skala 4,00
- Berstatus dosen tetap perguruan tinggi keagamaan, dibuktikan NIDN/NUPTK
- Surat rekomendasi dari pimpinan institusi
- Proposal penelitian disertasi 1.000-1.500 kata berbahasa Inggris
- Pakta integritas bermeterai Rp10.000
- Sertifikat bahasa Inggris berlaku maksimal 2 tahun: TOEFL ITP minimal 550 atau IELTS minimal 6,0
Proposal Disertasi Wajib Berbahasa Inggris
Salah satu syarat yang menuntut persiapan lebih awal adalah proposal penelitian disertasi. Dokumen sepanjang 1.000-1.500 kata itu harus ditulis dalam bahasa Inggris.
Ketentuan sertifikat bahasa Inggris juga menjadi perhatian. Sertifikat TOEFL ITP atau IELTS yang dilampirkan tidak boleh terbit lebih dari dua tahun sebelum pendaftaran.
Bagi dosen yang belum memiliki sertifikat, biaya tes bahasa Inggris termasuk dalam komponen manfaat program. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mendapat dukungan pembiayaan tes tersebut.
Dua Kampus Jadi Lokasi Pelaksanaan
Kegiatan PPSL 2026 dipusatkan di dua kampus UIN di Jawa Barat. UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menjadi lokasi pelaksanaan selama tiga bulan.
Peserta dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti pembekalan di kedua kampus tersebut. Penyelenggara belum merinci pembagian peserta antar-lokasi.
Dosen yang berminat dapat mengakses booklet resmi dan melakukan pendaftaran secara daring sebelum batas waktu 23 September 2026. Informasi lebih lanjut tersedia di laman pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id.
Ringkasan Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) 2026
| Penyelenggara | Kementerian Agama RI & LPDP Kemenkeu |
| Sasaran | Dosen tetap perguruan tinggi keagamaan (persiapan S3 luar negeri) |
| Pendaftaran | 16 – 23 September 2026 |
| Pengumuman | 28 September 2026 |
| Pelaksanaan | 1 Oktober – 30 Desember 2026 (3 bulan) |
Pendaftaran online di pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id. Booklet informasi lengkap tersedia di s.id/Booklet_PPSL2026.