PT Irian Bhakti Papua (Perseroda), BUMD milik Pemprov Papua, mengoptimalkan aset perusahaan yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota untuk meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Direktur Utama Irian Bhakti Papua Elia Loupatty menyatakan aset tersebut menjadi modal penting pengembangan usaha perusahaan. Langkah ini menyasar wilayah Merauke, Timika, Sorong, Fakfak, Serui, Biak, dan Jayapura.
JAYAPURA — PT Irian Bhakti Papua (Perseroda) menempatkan pengelolaan aset sebagai salah satu prioritas usaha tahun ini. Aset bergerak dan tidak bergerak yang dimiliki perusahaan dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kegiatan usaha yang produktif.
Elia Loupatty menyebut aset perusahaan tersebar di sejumlah daerah di Tanah Papua. Tujuh lokasi yang disebutkan mencakup Merauke, Timika, Sorong, Fakfak, Serui, Biak, dan Jayapura.
Aset Jadi Modal Usaha, Bukan Sekadar Kekayaan Perusahaan
Menurut Elia, pengelolaan aset perlu dilakukan secara optimal agar tidak hanya menjadi kekayaan perusahaan. Aset tersebut diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi melalui kegiatan usaha yang produktif.
"Kami memiliki aset yang tersebar di sejumlah daerah, antara lain Merauke, Timika, Sorong, Fakfak, Serui, Biak, dan Jayapura, yang akan dimaksimalkan," kata Elia di Jayapura, Papua.
Dia menjelaskan aset bergerak maupun tidak bergerak yang dimiliki perusahaan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan bisnis. Hal tersebut sejalan dengan status PT Irian Bhakti Papua sebagai perseroan terbatas.
Status Perseroda Buat Aset Terpisah dari Aset Pemda
Elia menegaskan aset perusahaan berbeda dengan aset pemerintah daerah yang belum dipisahkan. Aset tersebut telah menjadi bagian dari modal PT Irian Bhakti Papua.
"Aset perusahaan berbeda dengan aset pemerintah daerah yang belum dipisahkan karena telah menjadi bagian dari modal PT Irian Bhakti Papua. Karena itu, kami akan melihat potensi pemanfaatan aset di berbagai kabupaten dan kota untuk mendukung pertumbuhan usaha perusahaan," ujarnya.
Pemetaan potensi pemanfaatan aset di berbagai kabupaten dan kota menjadi langkah awal yang disebut Elia. Tujuannya mendukung pertumbuhan usaha perusahaan ke depan.
Target Kontribusi ke Pendapatan Asli Daerah
Optimalisasi aset tersebut diharapkan mendorong perkembangan usaha PT Irian Bhakti Papua. Dampak lanjutannya adalah peningkatan kontribusi perusahaan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Papua.
"Pengelolaan aset perlu dilakukan secara optimal agar tidak hanya menjadi kekayaan perusahaan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi melalui kegiatan usaha yang produktif," kata Elia.
PT Irian Bhakti Papua berstatus Perseroda, badan usaha milik daerah yang sahamnya dimiliki pemerintah provinsi. Kontribusi BUMD terhadap PAD menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan daerah di sejumlah provinsi di Indonesia.