JAYAPURA — Perum Bulog Kantor Wilayah Papua memastikan beras yang disalurkan khususnya melalui gudang Jayapura ke masyarakat layak untuk dikonsumsi. Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari menyampaikan jaminan itu kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu.
"Masyarakat khususnya di Kota Jayapura tidak perlu khawatir karena beras yang disalurkan layak dikonsumsi," kata Mustari.
Pernyataan tersebut disampaikan berkaitan dengan aksi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang menginjak-injak beras di lantai gudang di pelabuhan karena dianggap tidak layak konsumsi.
Aksi TKBM di Gudang Pelabuhan Viral di Media Sosial
Mustari menyebut kasus yang terjadi di gudang pelabuhan itu kini sudah ditangani Pelindo dan pihak TKBM. Kejadian tersebut sempat ramai di media sosial.
"Kami masih menunggu laporan terkait berapa banyak beras yang rusak atau tidak layak konsumsi akibat aksi yang dilakukan para pekerja," ujarnya.
400 Koli Beras Sweeping Terdampak, Isi 15 hingga 40 Kilogram
Dari informasi yang diterima, ada 400 koli yang isinya bervariasi antara 15 kilogram hingga 40 kilogram beras sweeping. Beras sweeping merupakan beras yang tercecer dari karung yang bocor saat proses pengangkutan atau bongkar muat.
Bulog masih menunggu laporan untuk mengetahui berapa banyak beras yang rusak. Laporan itu nantinya menjadi dasar apakah beras tersebut dimusnahkan atau dijual dengan harga relatif lebih murah untuk dijadikan pakan ternak.
"Mudah-mudahan minggu depan sudah ada laporan lengkapnya," kata Mustari.
Stok Beras Gudang Jayapura Capai 300 Ton
Persediaan beras di gudang Bulog di Jayapura tercatat ada 300 ton. Mustari memastikan masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok tersebut.
Beras-beras itu selain disalurkan untuk golongan anggaran, juga untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras cadangan yang biasanya disalurkan bila ada bencana.