Pencarian

IHSG Sesi I Turun 0,97% ke 6.181, Asing Net Sell Rp 129,63 Miliar

Senin, 28 September 2026 • 13:06:31 WIB
IHSG Sesi I Turun 0,97% ke 6.181, Asing Net Sell Rp 129,63 Miliar
IHSG ditutup melemah 0,97% ke level 6.181 pada sesi I perdagangan Senin (28/9).

PAPUA — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,97% ke level 6.181 pada perdagangan sesi pertama Senin (28/9), dengan investor asing mencatatkan net foreign sell Rp 129,63 miliar. Tekanan jual terpusat pada saham perbankan dan telekomunikasi, sementara sektor teknologi menjadi pemberat terbesar setelah anjlok 4,10%.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai transaksi saham sesi pertama mencapai Rp 6,41 triliun dengan volume 23,38 miliar saham dan frekuensi 1,02 juta kali. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat Rp 10.836 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 193 saham menguat, 496 saham terkoreksi, dan 102 saham stagnan.

Tekanan jual asing terlihat dari foreign buy yang hanya Rp 2,11 triliun berbanding foreign sell Rp 2,24 triliun. Selisih itulah yang menghasilkan net foreign sell Rp 129,63 miliar berdasarkan data Stockbit Sekuritas.

BMRI, TLKM, dan BBCA Jadi Sasaran Utama Jual Asing

Tiga saham berkapitalisasi besar mendominasi aksi jual investor asing pada sesi pertama. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat nilai transaksi jual tertinggi Rp 115,34 miliar, disusul PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 48,09 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 35,46 miliar.

Pola ini menunjukkan asing cenderung mengurangi eksposur di saham blue chip yang selama ini menjadi portofolio inti. Pelemahan IHSG ke 6.181 menempatkan indeks pada rentang tekanan yang cukup dalam untuk ukuran satu sesi.

Sektor Teknologi Terjun Paling Dalam, GOTO Anjlok 14%

Dari sebelas sektor di BEI, delapan sektor berakhir di zona merah. Sektor teknologi mencatat penurunan terbesar dengan minus 4,10%, menjadikannya pemberat utama indeks.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) anjlok hingga 14% ke Rp 43 dan menjadi salah satu saham yang paling menekan sektor teknologi. Pelemahan GOTO menambah beban indeks mengingat bobot kapitalisasinya yang besar di sektor tersebut.

Saham yang Bertahan di Zona Hijau

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham energi dan batu bara justru mencatat penguatan:

  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 4,44% ke Rp 11.750
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 2,91% ke Rp 3.180
  • PT Harum Energy Tbk (HRUM) naik 2,86% ke Rp 900

Penguatan saham batu bara ini memberikan sinyal bahwa sebagian investor masih mencari perlindungan di sektor komoditas saat pasar secara umum tertekan.

Saham yang Terkoreksi Paling Dalam

Sejumlah saham properti dan konstruksi mencatat penurunan signifikan pada sesi pertama:

  • PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) turun 16,47% ke Rp 64
  • PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) turun 14,39% ke Rp 238
  • PT Sentul City Tbk (BKSL) turun 10,94% ke Rp 57

Koreksi di sektor properti ini memperkuat gambaran bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham berkapitalisasi besar, tetapi juga merata ke saham lapis kedua dan ketiga.

Bursa Asia Bergerak Bervariasi

Pergerakan bursa regional turut mempengaruhi sentimen pasar domestik. Indeks Nikkei turun 0,24% dan Shanghai Composite terkoreksi 2,05%. Sebaliknya, Hang Seng naik 0,55% dan Straits Times naik 0,65%.

Koreksi Shanghai Composite yang cukup dalam menjadi salah satu faktor yang menahan laju IHSG, meskipun beberapa indeks lain di kawasan justru menguat. Bagi investor, kombinasi net sell asing dan pelemahan sektor teknologi menjadi indikator yang perlu dicermati pada sesi kedua perdagangan.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks