Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menggelar Festival Literasi Papua (Tifa) dengan menyasar mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Jayapura. Kegiatan yang berlangsung Rabu (7/10) itu menggabungkan bedah buku, kelas mengajar, dan literasi talks bersama kreator konten keuangan untuk memperkuat pemahaman ekonomi generasi muda. BI Papua menargetkan peserta mampu mengelola keuangan dan bertransaksi digital secara bijak di tengah derasnya arus informasi.
JAYAPURA — Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Warsono menyatakan Festival Literasi Papua dirancang tidak hanya untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga memperluas wawasan generasi muda mengenai ekonomi, keuangan, dan digital. Menurutnya, kemampuan memilah informasi yang benar, mengelola keuangan dengan bijak, dan bertransaksi digital secara aman menjadi bekal penting bagi anak muda saat ini.
"Pada Rabu (7/10) kami mengelar Tifa dengan menyasar mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Jayapura," kata Warsono di Jayapura, Jumat.
Literasi Keuangan Jadi Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Warsono menegaskan generasi muda yang memiliki kemampuan literasi menjadi modal penting dalam membangun Papua yang maju dan berdaya saing. Kemampuan itu dinilainya krusial untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Oleh sebab itu generasi muda yang memiliki kemampuan literasi menjadi modal penting dalam membangun Papua yang maju dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Pemahaman ekonomi dan keuangan, lanjutnya, perlu terus ditingkatkan agar generasi muda mampu mengambil keputusan secara bijak. Termasuk saat mengelola keuangan dan memanfaatkan layanan pembayaran digital dengan aman.
Bedah Buku hingga Kelas Literasi Bersama Kreator Konten
Rangkaian kegiatan Tifa 2026 menghadirkan sejumlah sesi edukatif. Salah satunya bedah buku anak "Rantau" bersama penulis Ahmad Fuadi.
BI Papua juga menggelar program Bank Indonesia mengajar serta literacy talks bersama kreator konten keuangan dan karier Samuel Ray. Dosen sekaligus influencer Tom Reumy turut mengisi sesi literasi tersebut.
"Di kegiatan Tifa 2026 kami juga menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif, antara lain bedah buku anak Rantau bersama penulis Ahmad Fuadi, program Bank Indonesia mengajar, serta literacy talks bersama kreator konten keuangan dan karier Samuel Ray serta dosen sekaligus influencer Tom Reumy," katanya lagi.
Stan Layanan Perpustakaan BI dan Edukasi Ciri Keaslian Rupiah
Peserta festival dapat mengunjungi stan layanan perpustakaan BI, edukasi sistem pembayaran, dan pengelolaan uang Rupiah. Dari stan tersebut, mahasiswa memperoleh informasi mengenai ciri keaslian uang, perkembangan sistem pembayaran digital, serta koleksi bacaan untuk menambah wawasan.
Warsono berharap kegiatan itu mendorong generasi muda menjadikan membaca sebagai kebiasaan. Sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap berbagai aspek literasi yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui kegiatan tersebut, kami berharap generasi muda menjadikan membaca sebagai kebiasaan sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap berbagai aspek literasi yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.