Pencarian

Danantara Siapkan Rp 17,87 Triliun untuk Borong Saham dan Obligasi

Minggu, 11 Oktober 2026 • 08:06:01 WIB
Danantara Siapkan Rp 17,87 Triliun untuk Borong Saham dan Obligasi
Danantara menyiapkan dana hingga Rp 17,87 triliun untuk menambah porsi investasi di saham dan obligasi.

PAPUA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan dana hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17,87 triliun untuk menambah porsi investasi di saham dan obligasi hingga akhir tahun ini. Rencana tersebut muncul menjelang pengumuman penyedia indeks global MSCI pada November mendatang yang akan menentukan status pasar saham Indonesia.

Kepala Investasi Publik Danantara Investment Management Rani Piputri menyatakan, perseroan telah menanamkan sekitar US$ 3 miliar pada saham dan obligasi domestik maupun luar negeri sejak akhir tahun lalu. Penambahan investasi akan mempertimbangkan kondisi pasar dan valuasi aset yang tersedia.

Langkah Danantara masuk ke pasar modal domestik menjadi perhatian pelaku pasar di tengah kekhawatiran atas potensi penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi frontier market oleh MSCI.

Peringatan MSCI dan Tekanan Jual di Pasar

MSCI telah memperingatkan pada Januari bahwa Indonesia berisiko mengalami penurunan klasifikasi. Peringatan itu sempat memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham domestik.

Rani mengungkapkan, Danantara justru memanfaatkan momen tekanan pasar tersebut untuk masuk secara bertahap. Menurutnya, kehadiran Danantara di pasar domestik diprediksi mampu meredam tekanan MSCI yang selama ini membayangi investor.

“Jika terjadi krisis di pasar dan kami menilai tekanan tersebut hanya didasarkan pada sentimen eksternal yang sangat sementara, kami mungkin akan masuk ke pasar,” kata Rani, dikutip dari Reuters.

Bukan Misi Stabilisasi Pasar

Rani menegaskan, pembelian saham yang dilakukan Danantara bukan bertujuan menopang pasar. Keputusan investasi murni didasarkan pada peluang valuasi aset yang dinilai menguntungkan.

“Kami membeli karena melihat ada nilai investasi. Tujuannya bukan untuk menstabilkan pasar. Justru bagus ketika orang lain tidak menyukai suatu aset, sementara kami melihat nilainya, karena kami bisa mendapatkannya dengan harga yang baik,” ujarnya.

Jika penurunan status Indonesia oleh MSCI memicu aksi jual lanjutan pada bulan depan, Danantara akan mempertimbangkan peluang membeli saham. Namun, keputusan tersebut tetap bergantung pada hasil uji tuntas (due diligence).

Komposisi Portofolio dan Bidik Sektor AI

Portofolio investasi Danantara saat ini terdiri atas sekitar 65% saham, 30% instrumen pendapatan tetap (fixed income), dan 5% dana lindung nilai (hedge fund). Sekitar seperempat portofolio ditempatkan di Indonesia.

Selain saham dan obligasi, Danantara mulai membidik aset yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Rani menyebut investasi di sektor tersebut dilakukan secara hati-hati karena Danantara menilai peluang masuknya perlu diperhitungkan secara cermat.

“Kami tidak menganggap AI sebagai gelembung dan tidak berpikir gelembung itu akan pecah. Namun, kami ingin berhati-hati untuk masuk ke sektor ini karena kami relatif terlambat,” ujarnya.

Menurut Rani, munculnya kekhawatiran mengenai potensi gelembung investasi AI dapat membantu menjaga pasar tetap terkendali. Sebaliknya, ketika semua investor menganggap sektor tersebut sebagai peluang menarik, risiko justru perlu diwaspadai.

Mandat Kelola Aset US$ 900 Miliar

Danantara diluncurkan pada awal 2025 dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Lembaga ini mendapat mandat mengelola aset negara senilai sekitar US$ 900 miliar yang tersebar di 1.000 perusahaan.

Dividen dari perusahaan-perusahaan tersebut dimanfaatkan untuk memaksimalkan imbal hasil investasi. Bagi investor pasar modal, langkah Danantara menambah porsi di saham dan obligasi menjadi sinyal adanya penyangga permintaan di tengah ketidakpastian status indeks Indonesia di mata MSCI.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks