JAYAPURA — Misi Indonesia Port Visit 2026 menempatkan diplomasi kesehatan sebagai instrumen utama. Spesialis medis Indonesia di bidang penyakit dalam, bedah, anestesiologi, dan kedokteran umum diterjunkan untuk memberi layanan klinis sekaligus bertukar pengalaman dengan praktisi kesehatan Fiji.
Rangkaian kunjungan menyentuh empat negara Pasifik: Fiji, Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini. Rentang waktunya 14 September hingga 12 November.
Kapasitas Layanan di Dermaga Walu Bay
Di Fiji, layanan kesehatan dibuka di Dermaga Walu Bay dengan kuota 300 pasien setiap hari. Rinciannya, 250 pasien umum dan 50 pasien gigi.
Jadwal layanan berlangsung selama kapal bersandar, termasuk sesi tambahan yang masih dalam penjadwalan. Setelah Fiji, kapal dijadwalkan berlayar menuju Kepulauan Solomon pada Selasa, 13 Oktober.
Bantuan Sosial hingga Rehabilitasi Fasilitas Umum
Program kapal tidak berhenti di layanan medis. Personel KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 juga menjalankan bantuan sosial, rehabilitasi fasilitas umum, distribusi kebutuhan pokok, dan kegiatan lingkungan masyarakat.
Di Lami, personel terlibat dalam kegiatan sosial di Gereja Metodis Nakula. Sesi lanjutan dijadwalkan pada Senin, 12 Oktober.
Rute dan Durasi Misi
Fiji menjadi pelabuhan persinggahan kedua kapal setelah berangkat dari Port Vila, Vanuatu. Kapal bersandar di Suva, Fiji, dari 9 hingga 13 Oktober.
Misi Indonesia Port Visit 2026 mencakup empat negara dengan total durasi hampir dua bulan. Setiap persinggahan dirancang memperkuat hubungan antar masyarakat sekaligus memberi dukungan praktis kepada komunitas lokal.