JAYAPURA — PT Pelni Cabang Jayapura menegaskan seluruh armada kapal penumpang dan kapal perintis yang melayani rute di Papua masih beroperasi sesuai jadwal. Kewaspadaan ditingkatkan menyusul kabut asap Karhutla yang menyelimuti sejumlah wilayah.
Kepala Cabang PT Pelni Jayapura Daulad Apul Gervasius Naibaho mengatakan pemantauan cuaca dilakukan ketat selama pelayaran berlangsung. "Pemantauan tersebut meliputi kondisi cuaca, jarak pandang, kecepatan angin, kepadatan lalu lintas pelayaran, kondisi alur pelayaran, serta peringatan dini dari sumber resmi," katanya di Jayapura, Kamis.
Keselamatan Jadi Prioritas, Target Perusahaan Tidak Boleh Mengalahkan Risiko
Daulad menegaskan keselamatan kapal, penumpang, awak kapal, dan lingkungan merupakan prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan dengan target perusahaan. "Apabila kondisi pelayaran dinilai berisiko, nakhoda harus melakukan penilaian risiko dan mengambil keputusan berdasarkan situasi aktual dengan mengutamakan prinsip safety first atau keselamatan sebagai prioritas utama," ujarnya.
Instruksi itu berlaku untuk seluruh nakhoda yang berlayar di perairan Papua. Keputusan menghentikan atau melanjutkan pelayaran diserahkan sepenuhnya kepada nakhoda dengan mempertimbangkan kondisi lapangan saat itu.
Peralatan Navigasi hingga Radar Diminta Aktif Selama Pelayaran
Pelni juga meminta nakhoda memastikan seluruh peralatan navigasi dalam kondisi siap operasi. Radar dan sarana navigasi lain wajib diaktifkan, sementara kecepatan kapal disesuaikan dengan kondisi pelayaran yang ada.
"Koordinasi dengan otoritas pelabuhan, pandu, stasiun pantai, dan kapal lain juga perlu ditingkatkan apabila diperlukan untuk memastikan pelayaran berlangsung aman," katanya lagi.
Langkah itu diambil agar kapal tetap bisa memantau posisi dan pergerakan di tengah jarak pandang yang bisa berubah cepat akibat kabut asap.
Operasional Kapal Pelni Belum Terganggu Kabut Asap
Hingga kini, operasional kapal Pelni di wilayah Papua masih berjalan normal dan belum mengalami kendala akibat kondisi kabut asap. Daulad menyampaikan hal itu berdasarkan pantauan yang dilakukan pihaknya di lapangan.
Meski demikian, pemantauan kondisi cuaca akan terus dilakukan selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Papua. Penumpang yang akan berlayar diimbau mengikuti informasi terbaru dari pihak pelabuhan dan Pelni sebelum keberangkatan.