Pencarian

Tokoh Adat dan Pemuda Mamberamo Raya Gelar Dialog Adat, Tutup dengan Deklarasi Pemuda Papua Damai

Minggu, 25 Oktober 2026 • 18:02:01 WIB
Tokoh Adat dan Pemuda Mamberamo Raya Gelar Dialog Adat, Tutup dengan Deklarasi Pemuda Papua Damai
Dialog Adat Pemuda Papua Damai digelar di kediaman Kepala Suku Meop, Yorgen Meop, di Kampung Burmeso.

MAMBERAMO RAYA — Dialog Adat Pemuda Papua Damai digelar di kediaman Kepala Suku Meop, Yorgen Meop, di Kampung Burmeso. Selain Yorgen, hadir Kepala Suku Abiasit Gidion Abiasit, Kepala Kampung Burmeso Nataniel Tasti, Sekretaris Pemuda Burmeso Yosep Meop, dan Tokoh Pemuda Sakius Abiasit.

Peserta datang dari unsur tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuda dan pemudi setempat. Forum berlangsung tertib dan berakhir dengan pembacaan Deklarasi Pemuda Papua Damai oleh seluruh peserta.

Ajakan Yorgen Meop: Persatuan dan Adat sebagai Pegangan

Dalam sambutannya, Yorgen meminta generasi muda Papua menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai sarana memperkuat persatuan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan serta melestarikan adat dan budaya leluhur.

Menurut Yorgen, pemuda memikul tanggung jawab besar menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Papua, khususnya di Mamberamo Raya.

"Saya mengajak seluruh pemuda di Kabupaten Mamberamo Raya untuk menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat persatuan dan kesatuan. Mari kita menjaga adat istiadat, menghormati perbedaan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai demi masa depan daerah kita," ujar Yorgen.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya maupun provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Yosep Meop: Pemuda Jadi Pelopor Perdamaian dan Penggerak Pembangunan

Sekretaris Pemuda Burmeso Yosep Meop menegaskan bahwa generasi muda Papua harus menjadi pelopor perdamaian sekaligus penggerak pembangunan daerah. Nilai adat dan kearifan lokal, katanya, tetap menjadi landasan.

Pemuda berperan sebagai penerus bangsa dan bertanggung jawab menciptakan lingkungan sosial yang harmonis melalui komunikasi, musyawarah, dan kebersamaan.

"Sebagai generasi muda Papua, kita harus tetap memegang teguh nilai-nilai adat dan budaya warisan leluhur. Pemuda harus menjadi contoh dalam menjaga persaudaraan, menolak kekerasan, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan pendekatan adat," kata Yosep.

Materi Antiberita Bohong hingga Deklarasi Bersama

Selepas sambutan, peserta membacakan Teks Sumpah Pemuda bersama-sama. Mereka lalu menerima materi tentang peran pemuda dalam menjaga keamanan dan ketertiban, melestarikan budaya daerah, menangkal berita bohong dan ujaran kebencian, serta berpartisipasi dalam pembangunan Mamberamo Raya.

Sesi diskusi dan tanya jawab memberi ruang bagi peserta menyampaikan pandangan soal peran pemuda dalam menjaga perdamaian. Peserta juga membahas cara mempererat hubungan antara tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda.

Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Pemuda Papua Damai. Deklarasi memuat komitmen menjaga persatuan, menolak provokasi dan kekerasan, serta mengedepankan penyelesaian masalah melalui musyawarah dan nilai adat. Peserta juga menerima bantuan paket sembako.

Melalui dialog ini, generasi muda Mamberamo Raya diharapkan semakin aktif menjaga stabilitas keamanan, memperkuat solidaritas sosial, dan berkontribusi pada pembangunan daerah tanpa meninggalkan identitas adat dan budaya Papua.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritapapua.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks