KENDARI — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi potensi perkebunan kelapa dan kakao di Sulawesi Tenggara. Ia memastikan pemerintah pusat akan mengucurkan bantuan 38 juta bibit gratis untuk petani di wilayah itu.
Bantuan bibit tersebut masuk dalam program pengembangan perkebunan nasional. Sulawesi Tenggara dinilai memiliki lahan dan iklim yang cocok untuk dua komoditas ekspor utama itu.
Amran belum merinci luas lahan yang akan ditanami dari 38 juta bibit tersebut. Namun, ia menegaskan distribusi akan difokuskan ke daerah-daerah sentra produksi yang lahannya sudah terdata.
“Kami siapkan 38 juta bibit kelapa dan kakao. Ini untuk mendorong produktivitas petani di Sulawesi Tenggara,” kata Amran dalam kunjungan kerjanya, seperti dikutip dari keterangan resmi.
Kelapa dan kakao merupakan dua komoditas unggulan yang permintaannya tinggi di pasar internasional. Selama ini, produktivitas petkerap terkendala bibit berkualitas dan keterbatasan modal.
Dengan bantuan bibit unggul gratis, pemerintah berharap petani bisa meningkatkan hasil panen tanpa terbebani biaya awal. Program ini juga menyasar peremajaan tanaman tua yang sudah tidak produktif.
Petani di Sulawesi Tenggara selama ini mengandalkan kelapa dan kakao sebagai sumber penghidupan utama. Namun, banyak pohon kelapa berusia di atas 30 tahun yang produksinya terus menurun.
Bantuan bibit baru diharapkan bisa menggantikan tanaman tua tersebut. Jika terealisasi penuh, produktivitas perkebunan di provinsi ini berpotensi naik signifikan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Amran juga meminta pemerintah daerah setempat segera menyiapkan data petani penerima. Pendataan yang akurat menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program lain.