Mentan Amran Puji Potensi Perkebunan Sulawesi Tenggara, Siapkan 38 Juta Bibit Kelapa dan Kakao Gratis untuk Petani

Penulis: Sofyan Basri  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 12:09:02 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memuji potensi perkebunan kelapa dan kakao di Sulawesi Tenggara.

KENDARI — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi potensi perkebunan kelapa dan kakao di Sulawesi Tenggara. Ia memastikan pemerintah pusat akan mengucurkan bantuan 38 juta bibit gratis untuk petani di wilayah itu.

Bantuan bibit tersebut masuk dalam program pengembangan perkebunan nasional. Sulawesi Tenggara dinilai memiliki lahan dan iklim yang cocok untuk dua komoditas ekspor utama itu.

Bibit Gratis untuk Berapa Hektare Lahan?

Amran belum merinci luas lahan yang akan ditanami dari 38 juta bibit tersebut. Namun, ia menegaskan distribusi akan difokuskan ke daerah-daerah sentra produksi yang lahannya sudah terdata.

“Kami siapkan 38 juta bibit kelapa dan kakao. Ini untuk mendorong produktivitas petani di Sulawesi Tenggara,” kata Amran dalam kunjungan kerjanya, seperti dikutip dari keterangan resmi.

Mengapa Kelapa dan Kakao Jadi Prioritas?

Kelapa dan kakao merupakan dua komoditas unggulan yang permintaannya tinggi di pasar internasional. Selama ini, produktivitas petkerap terkendala bibit berkualitas dan keterbatasan modal.

Dengan bantuan bibit unggul gratis, pemerintah berharap petani bisa meningkatkan hasil panen tanpa terbebani biaya awal. Program ini juga menyasar peremajaan tanaman tua yang sudah tidak produktif.

Apa Dampaknya bagi Petani Sulawesi Tenggara?

Petani di Sulawesi Tenggara selama ini mengandalkan kelapa dan kakao sebagai sumber penghidupan utama. Namun, banyak pohon kelapa berusia di atas 30 tahun yang produksinya terus menurun.

Bantuan bibit baru diharapkan bisa menggantikan tanaman tua tersebut. Jika terealisasi penuh, produktivitas perkebunan di provinsi ini berpotensi naik signifikan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Amran juga meminta pemerintah daerah setempat segera menyiapkan data petani penerima. Pendataan yang akurat menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program lain.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: radarpapua.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top