JAYAPURA — Gubernur Papua Matius Fakhiri memastikan ASN yang kedapatan absen tanpa alasan sah selama perhelatan Piala Dunia 2026 akan dikenakan sanksi sesuai aturan kepegawaian. Peringatan tersebut menyusul kekhawatiran bahwa euforia sepak bola dunia bisa mengganggu pelayanan publik di Papua.
"Untuk kita di Papua, pertandingan Piala Dunia digelar pagi hari. Jadi jangan sampai asyik menonton lalu tidak masuk kantor. Bagi ASN yang absen akan ada sanksi yang diberikan," tegas Matius Fakhiri di Kota Jayapura, baru-baru ini.
Gubernur menegaskan bahwa antusiasme terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia itu tidak boleh mengorbankan tugas utama ASN dalam melayani masyarakat. Ia secara khusus mengingatkan agar gairah menonton pertandingan tidak berujung pada penurunan kinerja birokrasi.
"Jadi nonton bola boleh, tapi masuk kantor itu wajib. Jangan karena nonton bola jadinya bolos kantor yang berdampak pada kinerja ASN," sambungnya.
Tidak hanya menyasar ASN, Gubernur Papua juga mengimbau masyarakat dan para pendukung tim peserta Piala Dunia untuk menjaga ketertiban. Imbauan ini menyasar aksi konvoi kendaraan yang kerap dilakukan suporter sepak bola.
"Untuk yang sering melakukan konvoi kendaraan, hati-hati karena pagi hari merupakan waktu aktivitas anak-anak berangkat sekolah dan masyarakat menuju tempat kerja. Jangan sampai konvoi menyebabkan kecelakaan terhadap pengguna jalan lainnya," ujar Matius Fakhiri.
Pemerintah Provinsi Papua berharap euforia Piala Dunia 2026 dapat dinikmati dengan tertib dan aman. Pelayanan publik dan aktivitas masyarakat sehari-hari tidak boleh menjadi korban dari semaraknya pesta sepak bola global ini.