Arkane Bela Loading Screen Dishonored: 'Saya Punya Tempat Spesial untuk Semua Itu'

Penulis: Reza Maulana  •  Senin, 15 Juni 2026 | 12:12:31 WIB
Tim Arkane membela keberadaan loading screen sebagai bagian penting dalam narasi Dishonored.

Dalam sesi streaming yang digelar baru-baru ini, tim Arkane memainkan ulang level Lady Boyle's Last Party dari Dishonored yang dirilis 14 tahun lalu. Yang menarik bukan sekadar nostalgia—melainkan pembelaan terhadap fitur yang nyaris punah di era game modern: loading screen.

Jeda Bukan Gangguan, Tapi Bagian dari Narasi

Harvey Smith, yang duduk bersama co-creative director Raphaël Colantonio dan sejumlah anggota tim, secara terbuka menolak anggapan bahwa lenyapnya loading screen selalu berarti kemajuan. "Orang pikir menghilangkan loading screen adalah peningkatan, tapi jujur saya merasa jeda antara satu area dan area lain justru bikin kita sadar: 'OK, itu sudah di belakang, sekarang saya masuk area baru yang bersih,'" ujar Smith dalam sesi yang disiarkan langsung.

Ia menambahkan bahwa momen transisi itu dimanfaatkan tim untuk menampilkan tips, ilustrasi dunia, dan catatan fiksi yang memperkaya lore. "Saya benar-benar punya tempat spesial untuk semua itu," katanya. Colantonio pun mengamini: "Ada sesuatu tentang itu, ya. Benar sekali."

Tangan Corvo yang Putus dan Adegan yang Batal

Selain membela loading screen, sesi streaming itu juga mengungkap ide liar yang sempat direncanakan untuk Dishonored—adegan Daud memotong tangan Corvo yang memiliki tanda Outsider. Tangan itulah yang memberi Corvo kemampuan Blink. Dalam rencana awal, pemain harus mencari dan mengambil kembali tangan tersebut.

"Saya suka ide tangan terkutuk bertanda Outsider itu—tangan mayat hidup—entah kamu harus bermain dengan tangan itu untuk sementara sampai mengembalikannya ke Corvo, atau harus mencarinya," jelas Smith. Ide itu akhirnya tidak masuk ke Dishonored pertama, tapi diadaptasi ke Dishonored 2 lewat karakter yang mendapatkan kekuatan dari tangan mumi bertanda Outsider. Tidak ada yang terbuang sia-sia.

Setelah 14 Tahun, Arkane Kembali ke Akar

Colantonio mengakui ia sudah lama tidak menyentuh gim yang ia garap sendiri. Bermain dengan kontroler sambil berbincang tentang level yang ia lalui membuat sesi streaming ini penuh kekacauan—"high chaos," seperti istilah dalam gim—dan banyak jalan keluar darurat. Empat level tersisa setelah Lady Boyle's Last Party, dan tim berharap akan ada sesi lanjutan untuk ekspansi The Knife of Dunwall serta Brigmore Witches yang dianggap banyak pemain sebagai puncak seri Dishonored.

Dari Thief 4 hingga Blade Runner yang Batal

Dalam sesi-sesi sebelumnya, tim Arkane juga mengungkap bahwa mereka sempat ditawari menggarap Thief 4 dan Blade Runner sebelum akhirnya mendapat proyek Dishonored. Fakta ini menambah daftar panjang "yang mungkin terjadi" dalam sejarah studio yang kini berada di bawah naungan Microsoft.

Apakah setelah Dishonored mereka akan memainkan ulang Prey? Colantonio memberi kode dengan menyilangkan jari—atau lebih tepatnya, jari-jari tangan mumi yang bertanda Outsider.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top