Panti Asuhan di Sentani Ini Didik 50 Anak dari Pedalaman Papua, 6 di Antaranya dari Nduga hingga Lulus SMA

Penulis: Reza Maulana  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 11:20:31 WIB
Anak-anak dari pedalaman Papua belajar dan dibina di Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian Sentani.

SENTANI — Puluhan anak dari keluarga kurang mampu dan wilayah terpencil di Papua mendapatkan akses pendidikan dan pembinaan karakter di Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian. Lembaga yang berlokasi di Distrik Komba, Sentani, ini menampung anak-anak usia 3 hingga 18 tahun, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.

Anak dari Nduga: Dari SD Hingga ke Perguruan Tinggi

Ketua Panti Asuhan, Mardiani Marbun, menyebut ada enam anak asal Nduga yang sudah tinggal dan belajar di panti selama beberapa tahun terakhir. Mereka datang sejak masih duduk di bangku sekolah dasar dan kini beberapa di antaranya telah lulus SMA.

"Tahun ini ada anak yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kami berharap mereka bisa menjadi contoh dan motivasi bagi adik-adik mereka yang masih menempuh pendidikan," ujar Mardiani kepada Salampapua.com, Senin (22/6/2026).

Visi Mencetak Pemimpin Masa Depan Papua

Panti asuhan ini didirikan pada 2015 oleh Pembina Yayasan, Agus Mujiono, bersama Mardiani. Tujuan utamanya adalah menjangkau anak-anak di pedalaman Papua yang kesulitan mengakses pendidikan, termasuk mereka yang kehilangan orang tua.

"Tujuan kami mendirikan panti ini adalah menjangkau anak-anak di pedalaman Papua, khususnya yang tidak memiliki orang tua atau membutuhkan dukungan untuk memperoleh pendidikan yang layak," kata Mardiani.

Visi utama lembaga ini adalah mencetak generasi Papua yang cerdas, mandiri, dan mampu menjadi pemimpin bagi daerahnya di masa mendatang. Anak-anak tidak hanya didampingi secara akademik, tetapi juga dibina kerohaniannya melalui kegiatan ibadah gereja.

Bertahan dari Donatur dan Usaha Ternak

Selama ini, operasional panti lebih banyak mengandalkan dukungan dari para donatur dan masyarakat. Mardiani mengakui bantuan dari pemerintah pernah diberikan beberapa kali, namun belum berlangsung secara rutin setiap bulan atau setiap tahun.

"Kami hidup dengan iman. Kami berdoa dan percaya Tuhan selalu membuka jalan. Puji Tuhan masih banyak orang yang datang berbagi kasih dan membantu kebutuhan anak-anak di sini," ungkapnya.

Untuk menutupi kebutuhan operasional, yayasan juga mengembangkan usaha mandiri seperti peternakan anjing dan babi. Hasil usaha itu digunakan untuk membeli tanah dan membangun tempat tinggal yang layak bagi anak-anak binaan.

Harapan untuk Dukungan Pemerintah yang Berkelanjutan

Dengan jumlah anak binaan yang terus bertambah, pihak yayasan berharap perhatian pemerintah terhadap lembaga sosial seperti panti asuhan dapat ditingkatkan. Mardiani menekankan pentingnya bantuan yang bersifat rutin dan berkelanjutan agar pelayanan pendidikan dan pembinaan bisa berjalan maksimal.

"Kami ingin anak-anak ini tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, dan mampu membangun Papua di masa depan," pungkasnya.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: salampapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top