SENTANI — Pemandangan kota yang biasanya bersih kini terganggu oleh gunungan sampah yang berserakan di pinggir jalan. Warga mengeluhkan bau tak sedap yang muncul dari tumpukan yang bahkan nyaris menutupi selokan di beberapa titik.
“Kalau saya jalan hampir setiap hari ada sampah di pinggir jalan. Biasanya sampah setiap pagi diangkut truk sampah DLH Kabupaten Jayapura, tetapi sudah 5 hari ini tidak ada truk sampah yang mengangkut. Karena apa, tidak tahu?” ujar Ina, seorang warga, Rabu (1/7/2026).
Salmon Telenggen membenarkan adanya hambatan operasional. Ia menyebutkan bahwa SPBU Pertamina Lasminingsih di Distrik Sentani menghentikan pelayanan BBM solar bersubsidi sejak 26 Juni 2026 dengan alasan pemeriksaan administrasi.
“Penghentian pelayanan BBM solar bersubsidi di SPBU Pertamina Lasminingsih berdampak terhadap armada truk sampah dan kendaraan operasional kebersihan yang tidak dapat mengisi BBM,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.
Akibatnya, pengangkutan sampah di wilayah Sentani kota dan sekitarnya terhambat hingga terhenti total. Timbunan sampah kini berpotensi menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), mengganggu sanitasi dan kenyamanan warga.
Selain masalah BBM, Salmon juga mengungkapkan kendala teknis lain. Ban dari sejumlah armada kebersihan dinilai sudah tidak layak pakai untuk beroperasi.
“Ban armada kebersihan sudah tidak layak untuk digunakan demi mengutamakan keselamatan sopir dan tenaga pengangkut,” tambahnya.
DLH Kabupaten Jayapura berencana melanjutkan pemeliharaan kebersihan kota setelah SPBU Lasminingsih kembali melayani penjualan BBM solar bersubsidi. Sampah yang seharusnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Waibron masih menunggu kepastian kapan truk bisa kembali beroperasi.