JAYAPURA — Program InJourney Community Care yang digelar Bandara Internasional Sentani dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 menghadirkan rangkaian edukasi dan kunjungan bagi 40 pelajar dari SD Inpres Komba Sentani dan SMP YPPGI Sentani. Citra Mahesa Nusantara, Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Sentani Jayapura, mengatakan peringatan HAN menjadi momentum penting untuk menanamkan budaya keselamatan sekaligus menginspirasi generasi muda tentang dunia penerbangan.
Salah satu materi utama yang disampaikan adalah bahaya bermain layang-layang di sekitar kawasan operasional bandara. Para peserta juga mendapat edukasi keselamatan dan keamanan di lingkungan bandara (Airport Safety Awareness). "Kesadaran sederhana seperti tidak bermain layang-layang di sekitar bandara memiliki dampak besar terhadap keselamatan operasional penerbangan," ujar Citra Mahesa dalam keterangan di Jayapura, Kamis.
Melalui program School Goes to Airport, peserta diajak melihat langsung proses operasional penerbangan. Mereka berkesempatan mengenal peran dan fungsi berbagai profesi di bandara, mulai dari petugas keamanan, teknisi, hingga pengatur lalu lintas udara. Pihak bandara berharap pengalaman ini mampu menumbuhkan mimpi anak-anak Papua untuk berkarier di dunia aviasi sebagai pilot atau profesi lain di bidang penerbangan.
Selain edukasi, program ini menyalurkan bantuan pendidikan berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis kepada seluruh peserta. Citra Mahesa menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan pendidikan, keselamatan, dan pembangunan karakter generasi muda di sekitar wilayah operasional bandara.
"Mereka kami ajak mengenal dunia kebandarudaraan, memahami pentingnya keselamatan penerbangan, serta menyadari bahwa menjaga keamanan kawasan bandara merupakan tanggung jawab bersama," kata Citra Mahesa. Pihaknya ingin peringatan HAN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan pengalaman belajar bermakna serta mendorong peserta menjadi safety agent di lingkungan keluarga dan masyarakat.