JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura bersama Unicef dan instansi terkait terus mengawal penerapan standar gizi dan keamanan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat utama.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, menegaskan pengawasan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi prioritas. Hal itu diungkapkannya usai kunjungan ke salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Jayapura, Kamis.
Dalam kunjungan tersebut, tim gabungan dari pusat dan daerah turut mendampingi. Mereka terdiri dari Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional (BGN), Badan POM, Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Tenaga Pelaksana Gizi (TPG), sanitarian puskesmas, Koordinator Wilayah SPPG, perwakilan Unicef, dan akademisi Universitas Cenderawasih.
"Keamanan pangan dan pemenuhan standar gizi menjadi prioritas utama kami, terlebih sasaran program ini mencakup kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak sekolah sebagai generasi penerus," kata Abdul Majid.
Pengawasan bersama ini mencakup seluruh rantai proses MBG. Mulai dari perencanaan menu, pengolahan bahan pangan, higienitas dapur, hingga distribusi makanan ke posyandu dan sekolah-sekolah sasaran.
Menurut Abdul Majid, sinergi lintas sektor penting agar tata kelola program berjalan akuntabel dan higienis. "Sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan UNICEF dan Universitas Cenderawasih, sangat penting agar tata kelola Program MBG berjalan akuntabel, higienis, dan dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Pemkot Jayapura optimistis dengan pemantauan intensif dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, kualitas gizi masyarakat akan membaik. Langkah ini sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Jayapura.
Dukungan dari CIDCA turut memperkuat program ini, memastikan standar gizi dan keamanan pangan terjamin bagi setiap penerima manfaat di wilayah Papua.