PAPUA — Lewat unggahan Instagram, Evelyn Chrestella baru-baru ini membagikan potret Baby Jasthr yang sedang asyik mengeksplorasi berbagai media. Mulai dari meremas kapas, meraba beras, hingga berdiri di atas permukaan tepung dan air, semua dilakukan dengan penuh rasa ingin tahu.
Momen-momen seperti ini bukan sekadar hiburan. Sensory play atau bermain sensorik adalah cara alami bayi untuk belajar tentang dunia di sekitarnya. Lewat sentuhan, penglihatan, dan pendengaran, otak kecilnya bekerja aktif membangun koneksi saraf baru.
Di usia 6 hingga 12 bulan, bayi berada dalam fase eksplorasi sensorik yang intens. Aktivitas seperti yang dilakukan Jasthr membantu merangsang indra peraba, penglihatan, dan koordinasi motorik kasarnya.
Saat bayi meraih butiran beras atau mengaduk air, ia sedang belajar tentang tekstur, suhu, dan konsep sebab-akibat. Ini adalah fondasi awal untuk keterampilan kognitif yang lebih kompleks nantinya.
Dari unggahan Evelyn, terlihat beberapa bahan sederhana yang bisa Moms coba sendiri di rumah tanpa perlu alat mahal. Berikut beberapa di antaranya:
Tidak ada patokan usia pasti, tapi umumnya sensory play bisa dimulai saat bayi sudah bisa duduk dengan sedikit bantuan, sekitar usia 6 bulan. Yang terpenting adalah pendampingan penuh dari orang tua.
Pastikan semua bahan yang digunakan tidak beracun dan ukurannya cukup besar agar tidak tertelan. Selalu awasi setiap sesi bermain, terutama saat menggunakan bahan seperti beras atau air. Jika si kecil mulai memasukkan benda ke mulut, alihkan perhatiannya dengan tekstur lain yang lebih aman, seperti kain atau spons basah.
Melihat Baby Jasthr begitu antusias mengeksplorasi tekstur demi tekstur, Moms jadi punya gambaran bahwa sensory play bisa menjadi aktivitas bonding yang menyenangkan sekaligus mendidik. Tidak perlu repot, cukup manfaatkan bahan dapur yang ada di rumah.