JAYAPURA — PMI Papua memastikan pasokan darah bagi pasien di 12 rumah sakit tetap aman dengan distribusi harian mencapai 50 kantong. Rumah sakit yang dilayani tersebar di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Sarmi.
Ketua PMI Papua Zakeus Degey di Jayapura, Jumat, mengungkapkan tingginya permintaan darah membuat pihaknya tidak bisa hanya mengandalkan pendonor perorangan. Kerja sama dengan institusi seperti TNI-Polri menjadi salah satu andalan untuk menjaga stok tetap tersedia.
PMI Papua saat ini memiliki fasilitas penyimpanan dengan kapasitas hingga 2.000 kantong darah. Seluruh stok yang tersimpan dipastikan telah melalui prosedur pemeriksaan ketat sebelum disalurkan ke rumah sakit.
"PMI Papua pastikan darah yang disalurkan itu sudah lolos pemeriksaan sehingga diharapkan aman bagi penerima," kata Zakeus Degey.
Untuk menjaga kualitas, petugas secara rutin mengecek kondisi setiap kantong darah yang tersimpan. Jika ditemukan darah yang sudah tidak layak pakai atau melewati batas kedaluwarsa, maka kantong darah tersebut akan segera dimusnahkan.
Di sisi lain, upaya pemenuhan kebutuhan darah juga dilakukan melalui penyuluhan aktif kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran warga Papua agar rutin mendonorkan darahnya secara sukarela.
"Bila sudah tidak bisa digunakan atau kedaluwarsa, maka kantong darah tersebut akan dimusnahkan," ujarnya.