Ekonomi Papua Tumbuh 4,73 Persen di Semester I 2026, Triwulan II Terkontraksi 4,49 Persen

Penulis: Sofyan Basri  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:11:32 WIB
Ekonomi Papua tercatat tumbuh 4,73 persen secara kumulatif pada semester I 2026.

JAYAPURA — Pelaksana tugas Kepala BPS Provinsi Papua, Akhmad Jaelani, mengungkapkan bahwa meskipun kinerja kumulatif Januari-Juni 2026 masih tumbuh positif, dinamika ekonomi triwulanan menunjukkan adanya perlambatan. Data ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kebijakan pembangunan ke depan.

Pertumbuhan kumulatif 4,73 persen tersebut merupakan akumulasi kinerja seluruh lapangan usaha selama enam bulan pertama tahun ini. Angka ini dihitung berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010.

Kontraksi Q-to-Q: Sinyal Perlambatan Aktivitas Ekonomi

Perbandingan kuartalan menjadi perhatian utama dalam rilis terbaru BPS. Ekonomi Papua pada triwulan II 2026 mengalami penurunan signifikan sebesar 4,49 persen dibandingkan triwulan I 2026.

“Capaian tersebut mencerminkan dinamika aktivitas ekonomi yang dipengaruhi oleh perkembangan pada berbagai lapangan usaha sepanjang semester pertama tahun ini. Meski secara triwulanan mengalami penurunan, kinerja kumulatif masih menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Akhmad di Jayapura, Rabu.

PDRB Papua per Triwulan II 2026

Secara rinci, BPS mencatat PDRB Papua atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp24,82 triliun. Sementara itu, jika diukur menggunakan dasar harga konstan 2010, nilainya tercatat sebesar Rp13,88 triliun.

Adapun secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), ekonomi Papua pada triwulan II 2026 hanya tumbuh 0,94 persen dibandingkan triwulan II 2025. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan kumulatif semester pertama, yang mengindikasikan pelemahan terjadi pada kuartal terakhir.

Fungsi Data Bagi Perencanaan Pembangunan Daerah

Akhmad menegaskan bahwa data pertumbuhan ekonomi bukan sekadar statistik, melainkan instrumen penting untuk menggambarkan perkembangan produksi barang dan jasa di suatu wilayah.

“Kami bakal terus memantau perkembangan indikator ekonomi daerah pada triwulan-triwulan berikutnya guna memberikan gambaran mengenai arah pertumbuhan ekonomi Papua sepanjang 2026,” ujarnya.

Informasi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, terutama untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Bumi Cenderawasih.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top