SRT Kembangkan eBoost Air, Kompresor Listrik Penghilang Turbo Lag di Mesin Hurricane I6

Penulis: Vicky Prasetya  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:52:31 WIB
Kompresor listrik eBoost Air terpasang di depan saluran masuk udara mesin Hurricane untuk mengurangi turbo lag.

PAPUA — Stellantis melalui SRT Performance Division memperkenalkan solusi baru untuk mengatasi turbo lag, musuh utama performa mesin turbocharged. Alih-alih menggunakan motor listrik untuk memutar poros turbo seperti teknologi pada Porsche 911, SRT memilih pendekatan berbeda dengan perangkat bernama eBoost Air. Kompresor listrik ini dipasang di depan saluran masuk udara, sebelum udara mencapai twin-turbo pada mesin Hurricane.

Konsep kerjanya sederhana: kompresor listrik menyemburkan udara bertekanan ke turbo lebih cepat daripada yang bisa dilakukan gas buang. Ketika aliran gas buang sudah cukup kuat untuk memutar turbo secara alami, kompresor listrik ini otomatis berhenti bekerja dan aliran udara melewati jalur bypass. Dengan cara ini, SRT mengklaim mesin Hurricane bisa berakselerasi dari putaran rendah dengan respons instan, mirip karakter mesin supercharged V8.

Bukan Sekadar Turbo Elektrik ala Porsche

Perbedaan mendasar dengan teknologi Porsche 911 terletak pada posisi dan fungsi. Porsche menggunakan motor-generator terintegrasi yang memutar poros turbo secara langsung. SRT justru tidak menyentuh turbo sama sekali. eBoost Air hanya bertugas memastikan pasokan udara ke turbo selalu cukup sejak putaran mesin rendah, sehingga turbo bisa mencapai kecepatan spooling maksimal lebih cepat.

Perangkat ini membutuhkan sistem kelistrikan 48 volt untuk beroperasi. Namun, tidak ada sistem pemulihan energi atau regenerative braking yang terpasang. SRT juga menegaskan eBoost Air tidak menambah tenaga mesin sama sekali. Fungsinya murni mempercepat waktu respons tenaga, bukan menaikkan output.

Prototipe Grand Cherokee Rampung dalam Tujuh Pekan

SRT membangun prototipe demonstrator dengan menanamkan mesin Hurricane enam silinder ke dalam Jeep Grand Cherokee. Ini bukan tugas mudah karena mesin tersebut belum pernah digunakan pada Grand Cherokee versi produksi. Tim insinyur SRT juga harus menyiapkan ruang ekstra untuk dudukan kompresor listrik dan saluran udara tambahan yang ketiga. Menariknya, proyek ini rampung hanya dalam waktu tujuh minggu.

Saat ini, mesin Hurricane twin-turbo 3.0 liter sudah tersedia dalam dua varian. Versi standar menghasilkan tenaga yang solid, sementara varian high-output mampu memuntahkan 540 daya kuda dan torsi 510 lb-ft atau sekitar 691 Nm. Tenaga sebesar itu memang sudah mengesankan, tetapi turbo lag tetap terasa saat akselerasi awal, terutama ketika melaju dari posisi diam.

Peluang Penerapan di Model Jeep dan Ram Masa Depan

Stellantis belum mengumumkan model mana yang akan kebagian teknologi eBoost Air. Meski Ram dikabarkan kembali ke mesin Hemi V8, bukan tidak mungkin teknologi ini dipakai pada model Jeep berperforma tinggi di masa mendatang. Tantangan terbesar adalah infrastruktur kelistrikan 48 volt yang belum tersedia secara luas pada model bermesin Hurricane di Amerika Serikat.

Saat ini, hanya sebagian model Jeep non-Hurricane dan Ram 1500 dengan mesin Hemi V8 yang sudah menggunakan sistem mild-hybrid eTorque 48 volt. Kemungkinan solusinya adalah menambahkan baterai sekunder khusus untuk eBoost Air, tetapi hal tersebut masih belum dikonfirmasi oleh pabrikan. Untuk sekarang, eBoost Air masih berstatus perangkat uji coba pengembangan cepat yang membutuhkan waktu sebelum siap dipasang pada kendaraan produksi.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top