PMI Papua Bekali Relawan Hadapi Konflik Sosial dan Bencana, Ini Fokus Lokakarya di Jayapura

Penulis: Udin Syamsul  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:18:01 WIB
Relawan PMI Papua mengikuti lokakarya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan konflik sosial di Jayapura.

Palang Merah Indonesia (PMI) Papua meningkatkan kapasitas personel melalui lokakarya markas tangguh relawan siaga. Langkah ini untuk memastikan respons cepat dan terukur saat bencana alam maupun konflik sosial melanda Bumi Cenderawasih.

JAYAPURA — Ketua PMI Papua Zekeus Degey menegaskan kesiapsiagaan pengurus, staf, dan relawan menjadi kunci keberhasilan operasi kemanusiaan. Hal ini disampaikannya di Jayapura, Rabu, di tengah dinamika lapangan yang kerap tidak menentu dan berisiko tinggi.

"Kesiapsiagaan pengurus, staf, dan relawan merupakan kunci keberhasilan respons kedaruratan tersebut, terutama di tengah dinamika situasi di lapangan yang sering kali tidak menentu dan berisiko tinggi," ujar Zekeus.

Tantangan Berbeda di Tengah Gangguan Keamanan

Zekeus menjelaskan, situasi kekerasan akibat gangguan keamanan dan konflik sosial menghadirkan kompleksitas yang jauh lebih besar bagi relawan dibandingkan bencana alam. Relawan tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis seperti evakuasi dan pertolongan pertama.

Mereka wajib memahami dan mengamalkan nilai-nilai dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Prinsip kesamaan, kesukarelaan, kenetralan, dan kemandirian menjadi pedoman utama di lapangan.

Kerangka Akses yang Lebih Aman untuk Personel

Lokakarya ini juga membekali personel dengan pemahaman tentang kerangka akses yang lebih aman atau safer access framework. Regulasi ini penting untuk menjamin keamanan personel serta perlindungan lambang di area yang sensitif terhadap gangguan keamanan.

"Pemahaman tersebut juga harus dapat dikomunikasikan dengan baik kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat," katanya menambahkan.

Menyamakan Persepsi dan Rantai Komando

Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi terkait pembagian tugas, rantai komando, dan prosedur operasi standar (SOP) PMI saat masa kedaruratan. Setiap personel diharapkan memiliki kesiapan mental, fisik, taktik, dan pemahaman regulasi yang sama sebelum diterjunkan ke wilayah konflik.

Selain itu, personel PMI dibekali kemampuan komunikasi interpersonal, diseminasi, advokasi, dan diplomasi kemanusiaan dasar. Kemampuan ini berguna untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan dan komunitas terdampak.

Simulasi Mobilisasi Bantuan dan Rencana Kontingensi

Lokakarya ini juga mencakup penyusunan rencana kontingensi dan operasi tanggap darurat. Para peserta menyimulasikan alur mobilisasi relawan dan bantuan saat penugasan darurat berlangsung.

Dengan pelatihan ini, PMI Papua memastikan setiap personel mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan di seluruh wilayah Papua.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top