PAPUA — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,21% ke level 6.134 pada sesi pertama perdagangan Selasa (29/9). Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 365,88 miliar seiring seluruh sebelas sektor bursa tersungkur di zona merah. Saham ADMF, BMRI, dan TLKM menjadi sasaran utama pelepasan asing pada sesi ini.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, nilai jual asing mencapai Rp 2,99 triliun sedangkan sisi beli hanya Rp 2,62 triliun. Selisih keduanya menghasilkan net foreign sell Rp 365,88 miliar. Tekanan jual asing menyebar merata, menyeret hampir seluruh kelompok saham tanpa terkecuali.
Dari 788 saham yang diperdagangkan, 426 saham terkoreksi, 242 saham menguat, dan 120 saham stagnan. Nilai transaksi saham hingga siang ini tercatat Rp 8,10 triliun dengan volume 24,26 miliar saham dan frekuensi 1,17 juta kali. Kapitalisasi pasar IHSG sesi pertama berada di Rp 10.806 triliun.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) memimpin daftar saham yang paling banyak dijual investor asing dengan nilai transaksi Rp 243,05 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai jual Rp 104,54 miliar.
Dua emiten besar lain turut masuk daftar jual asing, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 75,20 miliar dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 63,57 miliar. Keempat saham ini menyerap hampir seluruh volume net sell asing di sesi pertama.
Seluruh sebelas sektor di Bursa Efek Indonesia kompak melemah. Sektor teknologi mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 3,31%, disusul sektor lain yang juga terseret sentimen regional.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu penekan utama di sektor teknologi. Harga saham GOTO anjlok 13,95% ke level Rp 37 pada sesi pertama.
Tekanan tidak hanya datang dari dalam negeri. Bursa saham Asia siang ini kompak bergerak di zona merah, dengan Indeks Nikkei turun 1,40%, Shanghai Composite terkoreksi tipis 0,02%, Hang Seng melemah 0,71%, dan Straits Times turun 0,51%.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan signifikan. Berikut daftar top gainers dan top losers sesi pertama:
Pergerakan IHSG sesi pertama ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap sentimen global. Aksi jual asing yang terpusat di saham perbankan dan telekomunikasi menjadi indikasi bahwa investor institusi asing sedang mengurangi eksposur di pasar saham Indonesia untuk sementara waktu.