JAYAPURA — Kedatangan Wale disambut langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Perubahan Iklim, Manajemen Bencana & Meteorologi Kepulauan Solomon, Wayne Ghemu. Keduanya menggelar pengarahan dengan para pejabat sebelum pertemuan bilateral perdana dengan PM Kepulauan Cook Mark Brown pada malam pertama.
Pra-COP31 digelar di Nadi selama tiga hari, hasil kemitraan Fiji, Tuvalu, dan Australia. Forum ini menjadi ajang uji gagasan bagi negara-negara Pasifik sebelum negosiasi resmi COP31 dibuka di Antalya pada 9–20 November 2026.
Pra-COP adalah pertemuan persiapan sebelum konferensi iklim tahunan PBB. Forum ini mempertemukan sekitar 30 hingga 50 negara untuk membahas isu kunci yang nantinya dinegosiasikan 196 negara di COP.
Pertemuan di Nadi menghadirkan para menteri, investor, dan pemimpin industri dari berbagai negara. Tujuannya membantu negara-negara menguji ide, memahami prioritas masing-masing, mengidentifikasi perbedaan pendapat, dan menemukan titik temu sebelum negosiasi formal dimulai.
Wale dijadwalkan berpidato di Sesi Politik Tingkat Tinggi pada hari kedua. Ia akan menyoroti pentingnya modal biru dan hijau, pembiayaan iklim, serta sinyal-sinyal kunci untuk COP31.
Prioritas Pasifik, menurut rencana pidatonya, perlu tercermin dalam aksi iklim global. Isu pendanaan menjadi fokus utama karena negara-negara kepulauan Pasifik paling rentan terdampak perubahan iklim namun paling kecil kontribusinya terhadap emisi global.
Selain bertemu Mark Brown, Wale menjadwalkan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin dan mitra lainnya. Ia juga akan menghadiri upacara penyambutan tradisional yang digelar PM Fiji Sitiveni Rabuka.
Pada Selasa, Wale bersama sejumlah pemimpin lain dijadwalkan bertolak ke Tuvalu sebelum kembali ke Fiji pada hari yang sama. Agenda itu berlanjut dengan Sidang Pleno Para Pemimpin.
Sidang pleno mempertemukan para pemimpin Pasifik dan mitra, termasuk PM Australia, Fiji, Tonga, Papua Nugini, Palau, dan Vanuatu. Diskusi tingkat tinggi akan membahas prioritas regional bersama menjelang COP31.
Rombongan Kepulauan Solomon dijadwalkan meninggalkan Fiji dan kembali ke Honiara pada Rabu (7/10/2026). Wale membawa mandat membawa suara Pasifik ke meja negosiasi COP31 di Turki.
Pertemuan Pra-COP31 resmi dan acara para pemimpin di Nadi menjadi kesempatan membangun momentum negosiasi sekaligus menampilkan kepemimpinan, perspektif, dan aksi iklim Pasifik di panggung global.