JAYAPURA — Musyawarah ke-V yang mengusung tema pembentukan karakter kader organisasi itu dihadiri seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua. Peserta datang untuk menyatukan perbedaan pendapat, memperkuat kebersamaan, dan mendorong gerakan bersama membangun organisasi kemahasiswaan yang lebih baik.
Pemilihan umum mahasiswa menjadi salah satu agenda utama dalam forum tersebut. KPU Universitas Muhammadiyah Papua menangani proses pemungutan suara bagi calon pengurus BEM dan MPM untuk masa kepengurusan 2026-2027.
Mengapa Pemilihan Raya Mahasiswa Digelar Lewat Musyawarah
Pimpinan Sidang, Nuten Wenda, menyebut musyawarah sebagai agenda tertinggi organisasi kemahasiswaan. Forum ini berfungsi mengevaluasi kinerja pengurus lama sekaligus merencanakan kepengurusan baru.
"Tujuan dari pemilihan umum mahasiswa adalah mewujudkan sistem demokrasi di lingkungan kampus. Yakni untuk menghasilkan pemimpin lembaga kemahasiswaan yang amanah, kredibel, dan bertanggung jawab," ucap Nuten.
Menurut Nuten, pemilihan melalui musyawarah dipilih agar keputusan akhir mencapai mufakat yang adil dan demokratis. Mahasiswa diminta menghargai perbedaan pendapat dan membangun organisasi di atas semangat persatuan serta tanggung jawab bersama.
Harapan Kader Baru BEM dan MPM
Nuten berharap proses pemilihan BEM dan MPM melahirkan kader berpotensi untuk berkarya dan berprestasi. Kader tersebut diharapkan memberi kontribusi positif bagi organisasi kampus maupun lingkungan masyarakat melalui berbagai kegiatan bermanfaat.
Musyawarah ke-V ini menjadi penentu arah kepengurusan organisasi kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Papua selama satu periode ke depan. Hasil pemilihan umum mahasiswa akan menentukan siapa yang menjalankan program kerja BEM dan MPM sepanjang 2026-2027.