DPM-PTSP Jayapura Gelar Go To Kampus 2026 di STIPER, 100 Mahasiswa Dibekali OSS dan NIB

Penulis: Vicky Prasetya  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:31:01 WIB
Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon menyampaikan materi pada kegiatan Go To Kampus 2026 di STIPER Kabupaten Jayapura.

SENTANI — Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, menyatakan perguruan tinggi merupakan ruang strategis untuk membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memahami dunia usaha dan pelayanan publik. Kegiatan akan berlangsung pukul 09.00 WIT hingga selesai, dengan peserta 100 mahasiswa dari lingkungan STIPER Kabupaten Jayapura.

"Mahasiswa adalah generasi yang akan menjadi pelaku pembangunan di masa depan. Karena itu, sejak dari kampus mereka perlu mengenal bagaimana membangun usaha yang legal, bagaimana mendapatkan NIB melalui OSS, memahami peluang investasi, serta berani menciptakan inovasi dan lapangan kerja," ujar Gustaf, Selasa (6/10/2026).

Materi OSS hingga Legalitas Usaha Jadi Fokus Utama

Mahasiswa yang mengikuti program ini akan diperkenalkan dengan Online Single Submission (OSS), Nomor Induk Berusaha (NIB), legalitas usaha, kewirausahaan, UMKM, ekonomi kreatif, investasi, inovasi digital, serta pelayanan publik. DPM-PTSP menyebut program Go To Kampus 2026 tidak sekadar sosialisasi, tetapi menjadi ruang edukasi, pendampingan, dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Kalau ada mahasiswa yang sudah memiliki usaha, kami ingin membantu mereka memahami aspek legalitas dan perizinannya," jelas Gustaf.

Kolaborasi dengan OJK, BI, BEI, hingga Telkomsel

Untuk memperluas perspektif mahasiswa tentang ekosistem ekonomi, DPM-PTSP Jayapura berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan Papua, Bank Indonesia Wilayah Papua, Bursa Efek Indonesia Wilayah Papua, Bank Papua Cabang Sentani, PT Telkomsel, dan BPJS Ketenagakerjaan. Kolaborasi ini diarahkan agar mahasiswa mendapat bekal lengkap sebelum memasuki dunia usaha.

"Kita ingin membangun ekosistem. Pemerintah hadir melalui DPM-PTSP, kemudian ada OJK, BI, BEI, perbankan, dunia teknologi dan BPJS Ketenagakerjaan. Semua memiliki peran untuk memberikan bekal kepada mahasiswa agar siap memasuki dunia usaha," kata Gustaf.

Target: Entrepreneur Muda hingga Startup Digital

DPM-PTSP menargetkan sejumlah sasaran dari kegiatan ini. Selain memperkenalkan tugas dan fungsi DPM-PTSP serta meningkatkan pemahaman OSS dan NIB, program ini mendorong lahirnya entrepreneur muda, mengidentifikasi usaha mahasiswa, hingga pendampingan legalitas usaha.

Kegiatan juga diarahkan untuk mengenalkan potensi investasi Kabupaten Jayapura, mendorong lahirnya startup dan usaha kreatif, menjaring ide inovasi pelayanan publik, serta membangun jejaring mahasiswa dengan dunia usaha. Gustaf menegaskan Kabupaten Jayapura memiliki potensi ekonomi besar yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha.

"Kami berharap dari kegiatan ini muncul ide-ide baru dari mahasiswa. Bisa berupa usaha kreatif, startup digital, pengembangan UMKM, inovasi pelayanan publik maupun gagasan investasi," ungkapnya.

Program ini mengusung tagline "Kenal OSS, Kenal Investasi, Bangun Usaha, Jayapura Maju" dengan semangat edukatif dan digital. "Dari Ide Kampus, Lahir Inovasi. Dari Inovasi, Tumbuh Investasi. Bersama Membangun Kabupaten Jayapura," pungkas Gustaf.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: beritapapua.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top