JAYAPURA — Amunisi tersebut ditemukan bersama tiga koli berisi 34 slop atau 340 bungkus hasil tembakau tanpa pita cukai. Petugas menemukan longboat sesuai ciri yang dilaporkan masyarakat pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 22.36 WIT. Saat hendak diperiksa, awak longboat berupaya menghindar dan membuang sejumlah barang ke laut.
Penyisiran di sekitar lokasi kemudian mengungkap tas kulit berwarna hitam berisi 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter. Barang bukti itu diserahkan Bea Cukai kepada personel Subsatgas Investigasi Satgas Damai Cartenz-2026 bersama penyidik Ditreskrimum Polda Papua.
Kepala KPPBC TMP C Jayapura Fungki Awaludin menegaskan pemisahan kewenangan dalam penanganan temuan tersebut. Hasil tembakau tanpa pita cukai ditangani Bea Cukai, sementara amunisi diserahkan ke kepolisian.
"Untuk rokok ilegal menjadi kewenangan kami, sedangkan amunisi kami serahkan kepada Polda Papua melalui Ditreskrimum untuk ditindaklanjuti," ujar Fungki, Selasa (6/10/2026).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyatakan penyelidikan diarahkan pada tiga hal utama: siapa pengirim, dari mana asal amunisi, dan ke mana tujuannya. Penyidik juga akan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengidentifikasi alat angkut yang digunakan.
"Untuk 200 butir amunisi ini, kami akan dalami lebih fokus terkait siapa yang mengirim, dari mana asalnya, dan ke mana tujuannya. Kami juga akan mengambil keterangan dari beberapa saksi guna membantu mengidentifikasi alat angkut yang digunakan," kata Yusuf.
Selain itu, penyidik masih mendalami identitas awak longboat serta pihak yang diduga membawa, menerima, atau menguasai amunisi tersebut.
Penanganan temuan ini menyambung rangkaian pengembangan perkara amunisi yang sebelumnya ditangani Satgas Damai Cartenz di wilayah Jayapura dan Mimika. Satgas sebelumnya mengamankan seorang daftar pencarian orang berinisial YYS dalam perkara jaringan senjata dan amunisi.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan barang bukti akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan untuk mengungkap asal-usul dan jalur peredarannya.
"Barang bukti ini akan terus didalami bersama penyidik untuk mengetahui asal-usul, jalur peredaran, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan, pengangkutan maupun penguasaan amunisi tersebut," ujar Faizal.
Menurutnya, pengungkapan perkara tidak hanya berfokus pada barang bukti, tetapi juga diarahkan untuk mengungkap rangkaian peredaran hingga pihak yang berada di balik pengadaan dan distribusinya.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Adarma Sinaga mengimbau masyarakat tidak terlibat dalam penyimpanan, pengangkutan, maupun peredaran amunisi secara ilegal. Warga diminta segera melapor ke aparat jika mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran amunisi.
Informasi masyarakat dinilai penting untuk membantu aparat mengungkap jalur distribusi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan di Tanah Papua. Kerja sama Bea Cukai Jayapura dan kepolisian diharapkan memperkuat pengawasan terhadap jalur perairan dari masuknya barang ilegal.
Hingga kini, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Ditreskrimum Polda Papua masih melakukan pendalaman. Penyelidikan diarahkan untuk mengungkap asal amunisi, jalur distribusi, pihak yang membawa atau menguasai, serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan tertentu.