TELUK BINTUNI — Tiga kepala kampung yang dilantik yakni Enos Samaduda sebagai Kepala Kampung Idoor, Petrus Wasiani sebagai Kepala Kampung Yakati, dan Albert Tiasaka sebagai Kepala Kampung Mamuranu. Ketiganya resmi menjabat setelah prosesi pengambilan sumpah janji di hadapan bupati.
Yohanis menilai kepala kampung merupakan pemimpin pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Pelayanan pemerintah dan berbagai persoalan warga pertama kali dirasakan secara langsung di tingkat kampung.
Dalam arahannya, Yohanis menekankan pentingnya kehadiran kepala kampung di tengah warga. Ia meminta mereka tidak menunggu warga datang, tetapi turun langsung melihat kondisi di lapangan.
"Karena itu, saya berpesan kepada kepala kampung yang baru dilantik agar senantiasa hadir untuk mendengar, memahami, dan menyelesaikan persoalan masyarakat. Jadilah pemimpin yang dekat dengan rakyat, yang mau turun langsung melihat keadaan masyarakat," kata Yohanis.
Ia juga meminta ketiga kepala kampung merangkul seluruh warga tanpa membedakan latar belakang, suku, agama, maupun kelompok. Kepemimpinan di kampung, menurutnya, harus mengutamakan persatuan, menjaga keharmonisan, serta menghormati nilai adat dan budaya setempat.
Yohanis mengingatkan setiap kebijakan yang diambil kepala kampung harus melewati proses yang terbuka. Musyawarah menjadi jalur utama sebelum keputusan diambil.
"Karena itu, setiap keputusan dan kebijakan yang ditempuh harus melalui proses yang transparan, mengedepankan musyawarah, serta berpihak pada kepentingan masyarakat," ujarnya.
Pelantikan di ruang kelas SMP Sion Yakati itu menandai mulai berjalannya pemerintahan di tiga kampung di Distrik Wamesa. Warga setempat menyaksikan langsung prosesi sumpah janji yang dipimpin bupati.