Danantara Ambil Alih PLN Batam, Manajemen Segera Dirombak

Penulis: Reza Maulana  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:23:31 WIB
Danantara resmi mengambil alih PT PLN Batam dan berencana merombak susunan manajemen perusahaan.

PAPUA — Danantara resmi mengambil alih PT PLN Batam dan berencana merombak total susunan manajemen perusahaan setrum kawasan itu. Langkah ini ditempuh untuk mendongkrak investasi serta meningkatkan keandalan layanan listrik di Batam yang selama ini beroperasi tanpa subsidi pemerintah.

Jakarta — Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengumumkan pengambilalihan PT PLN Batam ke dalam naungan Danantara Indonesia. Perusahaan pelatih listrik kawasan itu akan berada langsung di bawah kendali Danantara, disertai rencana penyegaran manajemen untuk memperkuat kinerja PLN Group secara menyeluruh.

Pengambilalihan ditempuh bukan tanpa alasan. PLN Batam selama ini menjalankan model bisnis mandiri tanpa menerima subsidi maupun kompensasi dari pemerintah. Posisi Batam sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional dan tujuan utama investasi membuat Danantara menilai perusahaan itu punya ruang tumbuh yang besar.

Alasan Danantara Masuk ke PLN Batam

Dony menyebut pemindahan PLN Batam ke bawah Danantara dilakukan demi mendukung ekspansi usaha, meningkatkan layanan kelistrikan, serta mendongkrak daya tarik investasi di kawasan Batam. Perombakan manajemen menjadi bagian dari upaya itu.

"Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas kami dalam penguatan PLN Group. Melalui penyegaran manajemen ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan, mulai dari keandalan pasokan hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan," ujar Dony dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Dia menambahkan, pihaknya melihat peluang bagi PLN Batam untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan dunia usaha. Pengembangan kapasitas perusahaan dan peningkatan kualitas layanan diharapkan membuat PLN Batam semakin berperan dalam mendukung kebutuhan pelanggan serta kemajuan kawasan.

Permohonan Maaf atas Blackout 12 Oktober

Pengambilalihan ini mencuat tak lama setelah gangguan kelistrikan melanda sejumlah wilayah Batam pada 12 Oktober 2026. Pemadaman listrik itu mengganggu aktivitas warga hingga roda bisnis setempat.

Dony menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pelanggan PLN Batam. Menurut dia, Danantara memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha akibat gangguan pasokan listrik tersebut.

"Atas nama Danantara Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PLN Batam atas ketidaknyamanan akibat gangguan pasokan listrik pada 12 Oktober 2026," tuturnya.

Dia menegaskan, kebutuhan pelanggan menjadi perhatian utama pihaknya. Danantara, kata Dony, berkomitmen mendukung PLN Batam agar memberikan pelayanan yang semakin baik ke depan.

Apa Dampaknya bagi Pelanggan dan Investasi

Bagi pelanggan rumah tangga maupun dunia usaha di Batam, perubahan ini berpotensi terasa pada keandalan pasokan listrik dan kecepatan respons terhadap keluhan. Dony menempatkan kualitas layanan sebagai tolok ukur utama penguatan PLN Group, bukan sekadar efisiensi korporasi.

Sementara bagi investor, masuknya PLN Batam ke bawah Danantara memberi sinyal bahwa pengelolaan kelistrikan kawasan akan ditangani lebih terpusat. Batam selama ini dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas industri dan kawasan ekonomi khusus yang menuntut pasokan listrik stabil.

Perombakan manajemen disebut akan dilakukan menyusul pengambilalihan. Namun, belum ada keterangan resmi soal susunan direksi baru maupun tenggat waktu penyegaran tersebut. Yang jelas, Danantara menargetkan PLN Batam tumbuh bersama masyarakat dan dunia usaha, sejalan dengan peran Batam sebagai pendorong ekonomi nasional.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top