WASIOR — Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Teluk Wondama Ekbertson Karubuy menyatakan stok pertalite di agen dan pengecer di Wasior kosong saat tim gabungan melakukan sidak. Tim yang turun terdiri dari Pemkab, anggota Komisi B DPRK, aparat kepolisian, dan Kodim 1811.
“Dan tadi kami sudah lakukan sidak dan memang stok di SPBU (agen) maupun pengecer semua kosong,” kata Ekber dalam penjelasan hasil sidak, Selasa (20/10/2026).
Ekber menjelaskan stok pertalite dari kuota September yang masuk ke Teluk Wondama pada 7 Oktober sudah habis lebih cepat dari perkiraan. Pasokan itu semestinya cukup memenuhi kebutuhan warga sampai kuota Oktober tiba.
Kabar soal potensi kelangkaan BBM ikut memicu pembelian dalam jumlah besar oleh warga. Pola belanja panic buying itu membuat sisa stok di pengecer cepat terserap.
“Kelangkaan ini terjadi penyebabnya keterlambatan kapal karena transportir terlambat mengurus izin berlayar kapal dan juga stok bulan Oktober tiga hari ke depan baru tiba,” kata Ekber.
Ekber menyebut pihaknya sudah menerima konfirmasi dari transportir bahwa kapal pengangkut BBM sedang mengisi muatan. Kapal direncanakan berangkat dari Manokwari pada Rabu (21/10) atau Kamis (22/10).
“Kapal lagi pengisian rencana besok (Rabu) atau lusa (Kamis) sudah keluar dari Manokwari,” ungkapnya.
Dinas Perindagkop juga meminta agen dan pengecer mematuhi ketentuan penyaluran BBM bersubsidi. Ekber menekankan perlunya kerja sama antara instansi terkait, SPBU, dan transportir serta kepatuhan terhadap aturan BPH Migas.
“Harapan kami semua instansi terkait ada kerjasama baik, juga antara SPBU dengan transportir supaya bisa mengantisipasi keadaan, dan kami berharap SPBU harus menaati aturan BPH Migas karena kelangkaan ini terjadi juga karena ketidaktaatan dari mereka,” imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi B DPRK Teluk Wondama Rusman Latief menyayangkan keterlambatan pengurusan izin berlayar kapal pengangkut BBM. Menurutnya, persoalan administrasi itu semestinya diselesaikan transportir sebelum masa berlaku izin berakhir.
“Soal keterlambatan transportir itu sebenarnya disebabkan faktor-faktor yang sebenarnya tidak perlu, termasuk masalah administrasi perizinan kapal, pelayaran nah ini ndak perlu lagi karena sudah menjadi bagian dari persyaratan untuk berlayar,” tutur Rusman.
Rusman meminta pihak terkait memperkuat koordinasi agar kelangkaan serupa tidak terulang. Dia juga mendorong pengawasan penyaluran BBM supaya masyarakat tetap bisa memperoleh bahan bakar dengan harga terjangkau.
“Koordinasi dan komunikasi antar semua stakeholder harus terbangun dengan baik untuk sama-sama mengawasi penyaluran BBM sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat untuk bisa menikmati BBM dengan harga yang terjangkau,” ucapnya.
Warga Wasior dan sekitarnya kini menunggu kedatangan kapal pengangkut BBM dari Manokwari yang dijadwalkan berlayar dalam dua hari ke depan. Sampai pasokan tiba, agen dan pengecer di kawasan itu belum bisa melayani pembelian pertalite.