Dialog Adat Pemuda Papua Damai di Yapen, Derek Payai Minta Generasi Muda Jaga Persatuan dan Lestarikan Budaya

Penulis: Reza Maulana  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:01:31 WIB
Peserta Dialog Adat Pemuda Papua Damai mengikuti forum penyusunan peran generasi muda dalam menjaga kerukunan di Distrik Yapen Selatan.

SERUI — Dialog Adat Pemuda Papua Damai mempertemukan pemuda-pemudi adat dari sejumlah kampung di Distrik Yapen Selatan untuk merumuskan peran generasi muda dalam menjaga kerukunan. Forum itu digelar menyambut Hari Sumpah Pemuda, dengan tema "Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan dan Membangun Kampung yang Damai".

Peran Strategis Pemuda sebagai Penerus Adat

Derek Payai menegaskan bahwa generasi muda memikul dua tanggung jawab sekaligus: merawat warisan budaya dan mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat. Menurutnya, pemuda tidak bisa hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan kampung.

Ia mendorong para pemuda menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjauhi tindakan yang berpotensi memicu perpecahan. Semangat persaudaraan dinilai perlu terus dipelihara agar perbedaan tidak menjadi penghalang hidup berdampingan.

Pendidikan dan Keterampilan Jadi Bekal Menghadapi Tantangan Zaman

Selain soal adat, Derek Payai meminta generasi muda meningkatkan kualitas diri lewat pendidikan dan pengembangan keterampilan. Waktu dan kesempatan yang dimiliki, kata dia, sebaiknya diisi kegiatan produktif yang memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan daerah.

Pendidikan dan pengembangan kemampuan disebutnya sebagai bagian penting dalam mempersiapkan pemuda menghadapi tantangan zaman. Bekal itu pula yang diharapkan membuat mereka berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Kepulauan Yapen.

Pelestarian Budaya Bukan Tugas Tokoh Adat Semata

Derek Payai mengingatkan bahwa adat dan budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Papua yang harus dijaga keberlangsungannya. Pelestariannya, menurut dia, tidak cukup dibebankan kepada para tokoh adat.

Generasi muda diminta terus mengenal, memahami, menghormati, dan mempraktikkan nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara itu, warisan budaya tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga menjadi pedoman membangun hubungan sosial yang harmonis.

Menghormati Perbedaan di Tengah Masyarakat yang Beragam

Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, Derek Payai meminta warga menghormati perbedaan suku, agama, dan latar belakang sosial. Perbedaan hendaknya dipandang sebagai kekuatan yang mempererat persaudaraan, bukan alasan membangun sekat atau memicu pertentangan.

Sikap saling menghormati dinilai penting untuk menjaga hubungan antarmasyarakat, memperkuat solidaritas, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan bersama secara damai.

Deklarasi Pemuda Papua Damai dan Sumpah Pemuda

Sebagai bagian dari kegiatan, para pemuda-pemudi adat membacakan Deklarasi Pemuda Papua Damai dan Sumpah Pemuda. Pembacaan deklarasi menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta berperan aktif menciptakan suasana aman dan kondusif di lingkungan masyarakat.

Melalui deklarasi itu, generasi muda meneguhkan tekad menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, mengedepankan sikap saling menghargai, serta menjaga hubungan persaudaraan di tengah perbedaan. Komitmen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kedamaian membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Semangat Sumpah Pemuda sebagai Modal Membangun Kampung

Semangat Sumpah Pemuda menjadi momentum memperkuat kesadaran bahwa persatuan adalah modal penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bagi pemuda Papua, semangat itu dapat diwujudkan lewat tindakan nyata, mulai dari menjaga hubungan baik dengan sesama, menghormati adat dan tradisi, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Melalui Dialog Adat Pemuda Papua Damai, generasi muda di Kabupaten Kepulauan Yapen diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan, merawat identitas budaya, dan membangun hubungan sosial yang dilandasi rasa saling menghormati. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong pemuda-pemudi adat mengambil peran dalam menjaga kedamaian di kampung masing-masing sekaligus terlibat dalam pembangunan daerah.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: teraspapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top