KEEROM — Deklarasi dibacakan di Jalur 4/A, Kampung Arsopura, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua. Pembacaan deklarasi menjadi bagian dari peringatan Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada Rabu 28 Oktober 2026.
Lima komitmen yang tercantum menempatkan persatuan sebagai pangkal utama. Pemuda Keerom menyatakan setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Dua butir terakhir menautkan kesetiaan pada negara dengan penghormatan atas adat setempat. Pendekatan itu menempatkan tradisi Papua sebagai bagian dari kerangka kebangsaan, bukan hal yang berseberangan.
Para pemuda juga menyatakan dukungan terhadap pembangunan di Kabupaten Keerom. Mereka berkomitmen ambil bagian dalam kegiatan positif yang mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan itu dibacakan di hadapan peserta peringatan Sumpah Pemuda di Distrik Skanto. Kampung Arsopura menjadi lokasi pembacaan deklarasi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam menjaga keharmonisan sosial. Pemuda Keerom menyatakan membangun hubungan persaudaraan tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang.
Penegasan itu relevan di wilayah yang penduduknya berasal dari beragam latar belakang. Keerom berbatasan langsung dengan Papua Nugini dan menjadi salah satu pintu masuk di wilayah timur Indonesia.
Deklarasi menutup dengan komitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Pemuda-pemudi Kabupaten Keerom menyatakan menolak kekerasan dan provokasi sebagai bagian dari lima butir yang dibacakan.