PAPUA — Arsenal untuk pertama kalinya membuka peluang menjual kapten Martin Odegaard, menurut laporan Sky Deutschland via Sport Witness. Kontrak gelandang Norwegia berusia 27 tahun itu tersisa hingga musim panas mendatang, dan Bayern Munich sudah membahas kemungkinan merekrutnya.
Laporan Sky Deutschland yang dikutip Sport Witness menyebut Odegaard bisa "membayangkan masa depan" di Bayern Munich. Pihak Bavaria dilaporkan telah mendiskusikan langkah untuk gelandang yang lima tahun terakhir menjadi pusat proyek Mikel Arteta di Emirates Stadium.
Arsenal sendiri masih berupaya memperpanjang kontrak pemain yang direkrut permanen dari Real Madrid dengan nilai sekitar 30 juta poundsterling. Pembicaraan informal sudah berlangsung, tetapi belum ada kesepakatan.
Menurut laporan yang sama, Arsenal "terbuka untuk menjual" sang kapten jika gagal mengikatnya sebelum bursa musim panas berakhir. Situasi ini disebut sebagai pertama kalinya dalam karier Odegaard di London Utara, termasuk saat ia sempat diterpa cedera dan kritik tajam atas perannya dalam sistem Arteta.
Sport Witness menambahkan indikasi bahwa kubu Odegaard memakai ketertarikan Bayern sebagai tekanan untuk mendapatkan perpanjangan kontrak dengan nilai lebih baik. Klub Jerman itu disebut belum melangkah serius.
Odegaard datang ke Arsenal sebagai pemain pinjaman dari Real Madrid sebelum dipermanenkan. Sejak musim penuh pertamanya, Arteta membangun lini tengah di sekelilingnya, bahkan ketika Fabio Vieira, Emile Smith Rowe, Ethan Nwaneri, dan Eberechi Eze sempat bersaing untuk posisi yang sama.
Puncaknya terjadi pada Mei lalu. Odegaard menjadi kapten Arsenal pertama yang mengangkat trofi Premier League sejak Patrick Vieira pada 2004, catatan yang menempatkannya di hati sebagian besar pendukung sebagai legenda klub.
Meski tampil kembali menemukan performa terbaiknya musim ini, 18-24 bulan terakhir berjalan berat bagi pemain kelahiran Drammen itu. Cedera dan inkonsistensi membuka ruang bagi Eze untuk mengklaim tempat di tim utama.
Sejumlah pengamat juga menilai Odegaard kini lebih cocok sebagai gelandang nomor 8 ketimbang nomor 10. Penilaian itu muncul karena Arsenal sudah punya Bruno Guimaraes dan Declan Rice di ruang mesin, sehingga peran playmaker murni dianggap tak lagi mutlak.
Arteta menghadapi keputusan besar soal fondasi tim berikutnya. Membangun ulang skuad di sekitar gelandang yang telah menjadi tulang punggung selama lima tahun, atau melepasnya saat nilai jual masih tinggi.
Arsenal melanjutkan kiprah Premier League dengan bertandang ke markas Liverpool akhir pekan ini. Laga itu bisa menjadi ujian berikutnya bagi peran Odegaard di lini tengah Arteta.