JAYAPURA — Gempa magnitudo 6,0 yang berpusat di darat sekitar 171 kilometer tenggara Oksibil, Papua Pegunungan, terjadi pada kedalaman 42 kilometer di bawah permukaan bumi. Pusat guncangan berada di wilayah Kiunga, Papua Nugini, dan getarannya menjalar ke sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia.
Peristiwa itu terjadi pukul 10.55 WIB atau sekitar 12.55 WIT. Warga di Boven Digoel melaporkan getaran yang terasa nyata di dalam rumah, sementara di Jayapura dan Merauke guncangan hanya dirasakan sebagian orang.
Skala Guncangan: III MMI di Boven Digoel, II MMI di Jayapura dan Merauke
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyampaikan laporan masyarakat yang masuk ke pihaknya. Getaran paling kuat tercatat di Boven Digoel dengan skala III MMI.
"Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas: III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Boven Digoel," demikian pernyataan Wijayanto dalam siaran pers.
Di dua wilayah lain, dampak guncangan lebih ringan. Benda-benda ringan yang digantung sempat bergoyang, tetapi tidak dilaporkan kerusakan.
"[Skala] II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di kota Jayapura dan Merauke," sambungnya.
Gempa Dangkal Akibat Sesar Aktif, Mekanisme Geser
Wijayanto menjelaskan bahwa gempa ini tergolong dangkal. Berdasarkan posisi episentrum dan kedalaman hiposentrum, penyebabnya adalah aktivitas sesar aktif di kawasan tersebut.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan karakter pergerakan batuan. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar geser (strike slip)," kata dia.
Gempa dangkal dengan mekanisme geser umumnya tidak memicu tsunami, meski guncangannya bisa terasa cukup jauh dari pusat gempa. BMKG tidak melaporkan peringatan tsunami dalam peristiwa ini.
BMKG Belum Deteksi Gempa Susulan
Sejauh ini BMKG belum melihat aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di wilayah selatan Papua.
Warga di Boven Digoel, Jayapura, dan Merauke diminta tetap tenang. Getaran susulan berskala kecil masih mungkin terjadi, tetapi belum ada indikasi ke arah itu dari hasil pemantauan sementara.
Wilayah selatan Papua dan perbatasan Papua Nugini memang berada di zona sesar aktif. Kejadian ini menambah catatan aktivitas seismik di kawasan tersebut sepanjang tahun.