NABIRE — Peringatan cuaca ekstrem yang dirilis BMKG menempatkan Nabire sebagai satu-satunya wilayah di Provinsi Papua yang masuk kategori waspada hujan lebat. Enam kota lain yang berpotensi mengalami kondisi serupa adalah Kota Serang, Pontianak, Tanjung Selor, Palangka Raya, Banjarmasin, dan Manado.
Pemicunya, menurut BMKG, adalah pembentukan awan hujan yang didorong perlambatan dan pertemuan massa angin di sekitar perairan utara Brunei Darussalam serta perairan timur Filipina. Kombinasi kondisi itu memperbesar peluang hujan intensitas tinggi disertai kilat dan angin kencang di wilayah terdampak.
Di Papua, hujan ringan diprakirakan mengguyur Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Sejumlah kota lain di luar Papua juga masuk kategori serupa, mulai dari Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Samarinda, Makassar, Mamuju, Palu, Ternate, Ambon, hingga Sorong.
Adapun Pekanbaru, Jakarta, Surabaya, dan Kendari diprakirakan berawan. Warga di kota-kota tersebut tetap perlu memantau pembaruan prakiraan karena kondisi atmosfer bisa berubah cepat.
Di sektor maritim, BMKG memperingatkan gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan. Wilayah yang terdampak meliputi Samudra Hindia bagian barat Sumatra, perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Natuna Utara, bagian utara Selat Karimata, Laut Bali, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik bagian utara Maluku hingga Papua.
Tinggi gelombang itu masuk kategori berbahaya bagi kapal nelayan kecil dan perahu wisata. Nelayan di pesisir Papua diminta menunda melaut sampai kondisi perairan membaik.
BMKG juga mengimbau masyarakat pesisir mewaspadai potensi banjir rob. Provinsi yang perlu bersiaga adalah Sumatra Utara, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Maluku.
Papua tidak masuk daftar wilayah rawan rob dalam peringatan kali ini. Meski begitu, warga pesisir Nabire dan kabupaten lain di Papua tetap diminta memantau informasi cuaca dan kondisi perairan sebelum beraktivitas di luar ruangan maupun melaut.
Kewaspadaan terhadap perubahan cuaca disebut penting untuk mengurangi risiko kecelakaan, gangguan pelayaran, dan dampak bencana hidrometeorologi. Masyarakat di wilayah berpotensi terdampak perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG.