JAYAPURA — Bantuan diserahkan oleh Sarlina Lidya Sibi selaku Pgs. Pemimpin Biro Direksi Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua. Perangkat tersebut diterima Suhatini Hidayat, M.Pd., selaku Kepala SD Negeri Inpres Harapan.
Penyaluran bantuan menyasar kebutuhan sarana pendidikan di sekolah dasar. Bank Papua menilai ketersediaan proyektor dan komputer dapat membantu tenaga pendidik menyampaikan materi secara lebih menarik.
Kehadiran proyektor dan komputer diharapkan membuat proses belajar mengajar lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Guru bisa memanfaatkan perangkat untuk memperluas cara penyampaian materi di kelas.
Bantuan menyasar satu sekolah di Kabupaten Jayapura. Program CSR Bank Papua diarahkan agar manfaatnya terasa langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
Sarlina menyebut dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan bagian dari komitmen Bank Papua dalam pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua.
"Bagi Bank Papua, pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan Tanah Papua. Melalui bantuan sarana pembelajaran ini, kami berharap dapat mendukung para guru dalam menghadirkan proses belajar mengajar yang lebih efektif dan interaktif, sekaligus membuka ruang bagi peserta didik untuk semakin mengenal dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran," ujarnya.
Ia menambahkan, program CSR Bank Papua diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi dengan institusi pendidikan diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.
Bank Papua menargetkan dukungan sarana belajar ini turut mendorong lahirnya generasi Papua yang unggul dan berdaya saing. Kolaborasi dengan sekolah dinilai menjadi salah satu jalur untuk mencapainya.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kabupaten Jayapura, Rabu (28/10). Sekolah penerima kini dapat memakai perangkat tersebut untuk kegiatan belajar sehari-hari.